Cak Imin Dorong Pemudik Belanjakan Uang di Kampung Halaman

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendorong para pemudik untuk membelanjakan uang yang diperoleh selama bekerja di Jakarta di kampung halaman masing-masing saat momentum Lebaran.

Menurut Cak Imin, tradisi mudik tidak hanya memiliki nilai sosial dan budaya, tetapi juga berperan menggerakkan perekonomian di daerah.

“Tradisi budaya Indonesia pulang kampung, pulang mudik, itu di samping juga pasti berdampak ekonomi,” kata Muhaimin usai acara pelepasan Mudik Gratis PKB di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Minggu (15/3/2026).

Baca juga: Cak Imin Lepas Keberangkatan 1.200 Peserta Mudik Gratis PKB 2026

Ia bahkan mengimbau para pemudik untuk membelanjakan uang mereka di kampung halaman agar perputaran ekonomi di daerah semakin meningkat.

“Belanjakan uang yang kalian peroleh selama di Jakarta, kalau perlu belanjakan sebanyak-banyaknya di kampung agar putaran uang di kampung kalian menguntungkan,” ujar dia.

Cak Imin yang juga Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) ini bilang, pemerintah juga berupaya mendorong perputaran ekonomi di daerah dengan menyediakan berbagai program mudik gratis.

“Karena itu pemerintah sendiri juga menyiapkan mudik-mudik gratis, darat, laut, angkutan motor diangkut,” kata dia.

Baca juga: Gelombang OTT Kepala Daerah, Politikus PKB Minta Program Retret Prabowo Dievaluasi

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Cak Imin, program tersebut merupakan bagian dari upaya agar masyarakat yang memiliki uang dapat membelanjakannya di kampung halaman masing-masing.

“Semua itu bagian dari upaya agar semua warga yang punya uang membelanjakan uangnya di kampung halaman. Itu pemerintah mengeluarkan uang tidak kecil untuk agar mudik bersama ini bisa tumbuh di mana-mana sebagai kegiatan ekonomis yang ada di kampung masing-masing,” tutur Muhaimin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Tragis, Pegawai Bulog Tewas Dibacok OTK di Kontrakan Tulang Bawang Lampung | BORGOL
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Gibran Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi 1948 Saka kepada Umat Hindu
• 6 jam lalukompas.com
thumb
KPK Ungkap Aliran Dana Korupsi ke Yaqut Akan Dibuka di Persidangan
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
H-3 Lebaran 2026 Diprediksi Ramai, Ini Stasiun Favorit dan Tips Dapat Tiket Kereta Buat Kamu yang Masih Belum Dapat Tiket Mudik!
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.