Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Gresik, Jawa Timur. BGN telah menyiapkan sanksi untuk para kepala SPPG yang dimaksud. Ini lantaran seluruh SPPG tersebut terbukti memberikan kelapa utuh sebagai menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan keputusan tersebut diambil karena pengelola SPPG mengulang polemik menu kelapa utuh yang sebelumnya muncul di Kalimantan Timur pada Februari lalu. “Karena itu, sembilan SPPG di Gresik yang memberikan kelapa utuh," kata Nanik dalam keterangan resmi, Minggu (15/3).
BGN menolak alasan sejumlah pengelola SPPG yang menyebut menu tersebut merupakan permintaan penerima manfaat. Menurut Nanik, menu dalam program MBG wajib mengikuti pedoman operasional yang telah ditetapkan pemerintah.
BGN menyiapkan dua jenis sanksi bagi para kepala SPPG, yakni surat peringatan atau rotasi jabatan. Sanksi itu diberikan karena para kepala SPPG dinilai tidak mengikuti perkembangan kebijakan dalam program MBG.
Adapun sembilan SPPG yang dihentikan sementara operasionalnya adalah Gresik Sidayu Ngawen; Gresik Sidayu Wadeng; Gresik Dukun Wonokerto; Gresik Dukun Lowayu; Gresik Dukun Sembungan Kidul; Gresik Dukun Tebuwung; Gresik Ujungpangkah Glatik; Gresik Balongpanggang Pucung; serta Gresik Sidayu Sidomulyo.
Sebelumnya, BGN juga menyetop sementara operasional SPPG Pamekasan Paademawu Buddagan karena menu yang tidak kalah unik yaitu lele marinasi dan tempe mentah. Menu ini diberikan kepada SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur. Namun, belum terang soal akan ada tidaknya sanksi untuk Kepala SPPG yang dimaksud.
Sebelumnya, Nanik tidak membantah adanya menu tersebut, namun menurut dia, menu yang diberikan bukan hanya itu. SPPG tersebut juga menyediakan roti pizza, telur rebus, susu, serta buah naga. "Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” kata Nanik dalam keterangan resmi, Selasa (10/3).
Sebagai informasi, SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan melayani 3.329 penerima manfaat per hari dari SMA, SMK, MA, SMP, MTs, TK, PAUD, sekolah luar biasa, tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sebelumnya, Ahli gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan Fikri Kuttawakil menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi? Untuk mencegah berkurangnya gizi pada lele tersebut dan menambah protein pada hari itu. Lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” ujar Fikri.



