Jawa Timur bersiap menyambut gelombang pemudik Lebaran 2026 yang diperkirakan mencapai 24 juta orang. Jumlah ini diharapkan membawa dampak positif bagi sektor ekonomi, khususnya pariwisata, kuliner, dan UMKM lokal.
“Prediksi dari Kementerian Perhubungan kurang lebih 24 jutaan yang nanti akan mobilisasi, baik masuk maupun keluar, Jawa Timur,” terang Kombes Pol Iwan Saktiadi Dirlantas Polda Jawa Timur selepas on air di Radio Suara Surabaya, Minggu (15/3/2026) sore.
“Artinya, kita akan mendapatkan tambahan saudara-saudara kita yang nanti akan masuk ke Jawa Timur. Baik itu yang menikmati masa liburan maupun yang mudik ke kampung halaman,” imbuhnya.
Untuk menyambut kedatangan jutaan pemudik itu, Iwan menjelaskan bahwa persiapan pengamanan dan pelayanan masyarakat telah dimulai sejak awal tahun melalui Operasi Ketupat 2026, yang berlangsung selama 13 hari, dari 13 Maret hingga 25 Maret.
Operasi ini tidak hanya berfokus pada arus lalu lintas, tetapi juga menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Polda Jatim menyiapkan 1.190 personel di tingkat Polda dan 8.419 personel di seluruh Polres jajaran, yang bertugas di 168 pos pam, 24 pos terpadu, dan 42 pos pelayanan. Personel ini ditempatkan di jalur tol, jalur arteri, dan kawasan wisata utama untuk memastikan arus mobilitas tetap lancar.
“Malang Raya ditetapkan sebagai destinasi wisata nomor dua nasional. Kita memprediksi kawasan ini akan sangat padat, baik dari wisatawan lokal maupun pemudik yang kembali ke kampung halaman. Kehadiran petugas di pos-pos pelayanan dan jalur transportasi akan menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat,” jelas Iwan.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi kepadatan di destinasi favorit. Selain Malang Raya, sejumlah wilayah wisata di Jawa Timur diprediksi mengalami kepadatan tinggi. Oleh karena itu, pemudik diimbau merencanakan waktu perjalanan, mengatur transportasi, dan memperhatikan kondisi kendaraan.
Selain itu, pengaturan transportasi laut juga menjadi perhatian khusus. Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk akan ditutup sementara pada saat perayaan Nyepi, 18–20 Maret, untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga keselamatan penumpang. Polri bekerja sama dengan otoritas pelabuhan untuk memastikan alur transportasi tetap lancar dan teratur. (saf/ham)




