Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
    • SPPG Pademawu Buddagan, Pamekasan, dihentikan sementara setelah viral video menu MBG berisi lele yang diduga masih mentah.
    • Badan Gizi Nasional melakukan evaluasi dan pembinaan untuk memperbaiki proses pengolahan serta distribusi makanan.
    • Operasional SPPG dapat kembali berjalan setelah proses evaluasi dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang.

Suara.com - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Pademawu Buddagan, Kabupaten Pamekasan, dihentikan sementara setelah viral laporan mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyajikan lele dalam kondisi belum matang kepada siswa.

Temuan tersebut memicu penolakan dari pihak sekolah terhadap makanan yang telah dikirimkan. Setelah menerima laporan itu, Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan peninjauan untuk memastikan kondisi di lapangan.

"Berdasarkan pertimbangan pimpinan BGN, permasalahan tersebut dinilai telah menghambat proses distribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, operasional SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan untuk sementara waktu dihentikan," kata Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, di Jakarta, Rabu (11/3).

Menurut Dony, penghentian sementara ini dilakukan sebagai langkah evaluasi terhadap proses pengolahan hingga penyajian makanan dalam program tersebut. Selama masa penghentian operasional, pihak terkait akan melakukan pembinaan serta perbaikan terhadap sistem kerja yang berjalan.

"Operasional SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang. Pemerintah berharap perbaikan tersebut dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa," ujarnya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan menu MBG berupa lele mentah di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sempat viral pada Senin (9/3). Video tersebut memicu perhatian publik terhadap pelaksanaan program makan bergizi gratis di wilayah tersebut.

Menanggapi hal itu, Ahli Gizi SPPG Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele yang telah dimarinasi dalam menu tersebut memiliki alasan tertentu dari sisi gizi dan ketahanan pangan.

“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.

SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani sebanyak 3.329 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, dan SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.

Baca Juga: Anak-anak Papua Antusias Sambut Speed Boat Pengantar Makan Bergizi Gratis di Danau Sentani


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skuad Madrid versus Elche ingatkan Arbeloa era Quinta del Buitre
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Kemendikdasmen Beri Relaksasi Dana BOSP untuk Honor Guru Non-ASN
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Hamas Tiba-Tiba "Teriak" ke Iran, Jangan Target Negara Tetangga Arab
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cast Film “Twist Stethoscope” Bagi-bagi Takjil di Makassar
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Jalan Arteri Sekitar Mal di Jawa Timur Jadi Area Rawan Lakalantas
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.