JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga yang akan mudik saat Idul Fitri 1447 Hijriah untuk melapor kepada pengurus RT dan RW setempat sebelum berangkat.
Imbauan tersebut disampaikan agar keamanan lingkungan tetap terjaga selama pemilik rumah berada di kampung halaman.
"Supaya kalau ada apa-apa ada yang menjagai dan ada yang bertanggung jawab," ucap Pramono saat ditemui di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (15/3/2026).
Baca juga: Polda Metro Buka Posko Pengaduan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Ia mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan berada pada kategori menengah saat Idul Fitri nanti.
"Sehingga dengan demikian kalau ada apa-apa, maka barang-barang ada yang bertanggung jawab," tuturnya.
Pramono juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta aparat keamanan untuk mendukung kelancaran arus mudik dari Ibu Kota.
"Beberapa tempat pemberangkatan mudik kami sudah atur, ada yang dari Monas, dari (Terminal) Pulo Gebang, dan beberapa stasiun-stasiun atau terminal-terminal bus yang memang dipersiapkan untuk itu," ucapnya.
Sementara bagi warga Jakarta yang tidak mudik, Pramono mengatakan Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah program khusus.
"Pada tanggal Idul Fitri selama dua hari kami akan menggratiskan seluruh transportasi yang ada di Jakarta," ujarnya.
Baca juga: Misteri Teror Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
"Kemudian bagi pusat-pusat wisata seperti Ancol, Monas, Ragunan dan sebagainya, bagi pemegang KJP tetap gratis," lanjutnya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan memberikan insentif pajak bagi pusat perbelanjaan dan perhotelan.
" Angkanya mudah-mudahan diskonnya bisa sampai enam puluh, tujuh puluh persen di Jakarta," imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang