JAKARTA, KOMPAS.TV – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya merespons beredarnya foto terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, di media sosial.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, melalui rekaman video yang diterima redaksi Kompas.TV, Minggu (15/3/2026), meyakini foto tangkapan layar tersebut merupakan hasil olahan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terkait.
“Kami juga menyampaikan bahwa ada perkembangan di lapangan, termasuk di sosial media, adanya foto hasil screenshot CCTV, dua orang yang tergambarkan saat sekarang,” kata dia.
Baca Juga: Anies Baswedan Blak-blakan Pelaku dan Dalang Serangan Andrie Yunus Harus Diungkap
Polisi meyakini gambar tersebut hasil olahan AI dan ada dugaan bertujuan untuk menyesatkan proses penyelidikan.
“Kita yakini bahwa itu merupakan hasil dari AI, dan ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan,” ujarnya.
“Dan ini kami berharap untuk masyarakat juga bijak agar penyelidikan ini fokus dan tidak terganggu, tidak terdisrupsi oleh hal-hal yang dibuat sengaja untuk menyesatkan,” ucap dia.
Budi juga meminta pada seluruh masyarakat untuk memberi ruang dan waktu kepada penyelidik, agar penyelidikan ini paripurna dan dapat mengejar pelaku penyiraman cairan berbahaya tersebut.
Mengenai kemungkinan pelaku, ia menyebut pihaknya telah menganalisa hasil rekaman CCTV melalui laboratorium digital forensik.
Baca Juga: Gelar Aksi, Mahasiswa UGM Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- penyiraman air keras
- andrie yunus
- polda metro jaya
- aktivis kontras
- kombes budi hermanto





