Liputan6.com, Jakarta - Wamen HAM atau Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto merespons serangan teror air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Dia menyebut peristiwa itu dapat mengganggu posisi Indonesia di kancah internasional, terutama karena Indonesia menjabat sebagai Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurut Mugiyanto, peristiwa yang menimpa Wakil Koordinator KontraS ini menjadi perhatian Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk, serta Pelapor Khusus PBB untuk Perlindungan Pembela HAM Mary Lawlor.
Advertisement
"Hal ini cukup mengganggu posisioning Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB dan sebagai Presiden Dewan HAM PBB," ujar Mugiyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Dia menyampaikan, Kementerian HAM telah berkomunikasi dengan Polri dan meminta agar dilakukan percepatan atau akselerasi penyelidikan atas peristiwa tersebut.
"Siapa pelakunya, apa motifnya, siapa dalangnya, serta penegakan hukum yang keras, agar peristiwa intimidasi, teror dan kekerasan kepada para pembela HAM atau siapapun, tidak terus terjadi," ucap Mugiyanto.
Dia menjelaskan, percepatan penyelidikan oleh kepolisian sangat mendesak agar publik mendapatkan kejelasan mengenai peristiwa tersebut sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi yang dapat merusak kredibilitas pemerintah dalam perlindungan HAM.
"Aparat keamanan jangan menganggap ini persoalan kecil, ini persoalan besar yang bisa menggangggu kredibilitas bangsa Indonesia," kata Mugiyanto.




