Ladies, posisi tidur yang terasa paling nyaman ternyata belum tentu jadi yang paling ramah untuk kulit. Banyak dari kita yang terbiasa tidur tengkurap atau miring. Sayangnya, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kulit seperti meninggalkan garis-garis halus. Awalnya mungkin tampak samar, tapi lama-lama apabila kebiasaan tidur tengkuran berlanjut, maka garis itu bisa menetap di wajah.
Begitu juga dengan lipatan di pipi atau sekitar mulut. Awalnya mungkin terlihat sementara, mamun jika kulit terus-menerus tertekan di posisi yang sama selama bertahun-tahun, efeknya bisa permanen. Inilah yang sering disebut sebagai sleep wrinkles atau kerutan akibat posisi tidur.
“Sleep wrinkles adalah garis yang terbentuk akibat tekanan dan gesekan kulit dengan bantal saat tidur. Jika terjadi berulang kali, garis ini bisa menjadi lebih permanen,” ujar dokter Brendan Camp, dokter spesialis kulit Asal Amerika Serikat.
Artinya, posisi tidur memang bisa berkontribusi pada munculnya keriput, meski bukan satu-satunya faktor, ya.
Kenapa Tidur Tengkurap dan Miring Bisa Memicu Kerutan?Saat tidur tengkurap atau miring, wajah akan tertekan ke bantal selama berjam-jam. Kulit pun terlipat dan tertarik dalam posisi yang sama setiap malam. Dalam jangka panjang, lipatan berulang ini dapat membentuk garis halus, terutama di area pipi, sekitar mata, garis senyum, leher, hingga dada.
Semakin sering kulit tertekuk pada posisi yang sama, semakin besar kemungkinan garis tersebut bertahan lebih lama. Apalagi ketika elastisitas kulit sudah mulai menurun.
Di usia muda, kulit masih memiliki produksi kolagen dan elastisitas yang baik sehingga lebih cepat kembali ke bentuk semula setelah terlipat. Namun seiring bertambahnya usia, kemampuan ini menurun.
Itulah sebabnya kerutan akibat posisi tidur biasanya lebih terlihat pada kulit yang sudah mulai kehilangan kekenyalan. Bahkan, beberapa dokter kulit mengaku bisa menebak seseorang lebih sering tidur di sisi mana dari pola garis halus atau volume wajahnya.
Posisi Tidur Terbaik untuk Mencegah KeriputJika ingin meminimalkan risiko kerutan akibat posisi tidur, tidur telentang dianggap sebagai pilihan paling aman. Posisi ini membantu mengurangi tekanan langsung pada wajah serta meminimalkan gesekan dengan bantal.
Selain membantu mencegah garis halus, tidur telentang juga dapat mengurangi pembengkakan wajah di pagi hari karena cairan tidak menumpuk di satu sisi wajah.
Memang tidak mudah mengubah kebiasaan tidur, tapi perlahan bisa dilatih, misalnya dengan menggunakan bantal yang menopang leher agar posisi tetap stabil.
Mengganti sarung bantal dengan bahan satin atau sutra dapat membantu mengurangi gesekan pada kulit. Walau tidak sepenuhnya mencegah kerutan, bahan yang lebih halus bisa meminimalkan tarikan berlebih saat kamu bergerak di malam hari.
Bonusnya, rambut juga lebih minim kusut dan nggak mudah patah.
Skincare Malam Tetap PentingKalau kamu masih sulit menghindari tidur miring atau tengkurap, perawatan kulit malam hari bisa jadi penyeimbang. Gunakan pelembap dengan kandungan seperti hyaluronic acid, glycerin, atau ceramide untuk menjaga hidrasi. Retinol juga bisa membantu merangsang produksi kolagen dan menjaga elastisitas kulit, terutama jika diaplikasikan hingga area leher dan dada.





