Israel Tembak Mati Sepasang Suami-Istri Palestina dan Kedua Anaknya, Mereka Ditembak di Kepala

republika.co.id
18 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Pasukan Israel dilaporkan menembak mati sepasang suami istri Palestina dan dua anak mereka saat keluarga itu tengah berkendara di Tepi Barat. Demikian keterangan dari toritas kesehatan Palestina, dengan militer Israel.

Seperti dilansir Aljazirah, Ali Khaled Bani Odeh, 37 tahun, istrinya Waad, 35 tahun, dan dua anak mereka – Mohammad dan Othman, masing-masing berusia lima dan tujuh tahun – ditembak di bagian kepala di desa Tammun pada Ahad (15/3/2026). "Dua anak mereka lainnya terluka akibat pecahan peluru," ujar otoritas kesehatan Palestina.

Baca Juga
  • Mantan Komandan Damkar Israel Akui Kehebatan Bom Klaster Iran
  • Kewalahan Tahan Gempuran Iran, Persedian Pencegat Rudal Israel Menipis, Zionis Minta Bantuan AS
  • 12 Jam Dibombardir Iran, Israel Sibuk Sensor Berita Dampak Kerusakan

Berbicara kepada kantor berita Reuters di rumah sakit, Khaled, 12 tahun, salah satu dari dua anak laki-laki yang selamat, mengatakan dia mendengar ibunya menangis, ayahnya berdoa, tetapi tidak ada suara saudara-saudaranya yang lain sebelum keheningan menyelimuti setelah tembakan menghujani mobil.

“Kami berada di bawah tembakan langsung; kami tidak tahu sumbernya. Semua orang di dalam mobil gugur, kecuali saudara laki-laki saya Mustafa dan saya,” kata anak laki-laki itu.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia mengatakan tentara, yang menariknya keluar dari kendaraan sebelum memukulinya, berteriak, “Kami membunuh anjing.”

Militer Israel mengeklaim dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya merupakan bagian dari operasi di Tammun untuk menangkap warga Palestina yang dicari karena terlibat dalam aktivitas 'teroris'.

“Selama operasi, sebuah kendaraan melaju kencang ke arah pasukan, yang merasakan ancaman langsung terhadap keselamatan mereka dan membalas dengan tembakan. Akibatnya, empat warga Palestina yang berada di dalam kendaraan tersebut tewas,” kata militer, menambahkan.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di X, Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk keras pembunuhan tersebut, yang menurut mereka bukanlah insiden terisolasi. Serangan ini adalah bagian dari agresi komprehensif dan sistematis terhadap warga Palestina oleh Israel.

‘Anak-anak yang terluka’

Nida Ibrahim dari Aljazirah, melaporkan dari Tammun, mengatakan keluarga tersebut sedang kembali ke desa mereka setelah berlibur seharian ketika insiden itu terjadi.

“Mereka terkejut melihat pasukan Israel yang menyamar menembak ke arah mobil mereka tanpa henti,” katanya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diaspora Madura: Kekuatan besar yang belum pernah dipetakan
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Editorial MI: Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menimbang Daya Tahan APBN terhadap Efek Perang
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kisah Es Moni, Es Berbahaya dari Kudus
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
3 Bulan Buron, Ini Wajah Terduga Pembunuh Bu Guru SD Depok di Bogor
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.