Meta Siapkan PHK Besar, 20% Karyawan Terancam

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Perusahaan teknologi Meta Platforms Inc. dilaporkan tengah menyiapkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang berpotensi memangkas lebih dari 20% tenaga kerjanya. Langkah tersebut dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi efisiensi perusahaan di tengah lonjakan investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Informasi tersebut diungkapkan oleh tiga sumber yang mengetahui rencana internal perusahaan mengutip Reuters. Hingga saat ini, Meta belum menetapkan jadwal pasti pelaksanaan PHK maupun jumlah final karyawan yang akan terdampak.

Jika realisasi pemangkasan mencapai sekitar 20% dari total tenaga kerja, langkah tersebut akan menjadi pengurangan karyawan terbesar Meta sejak restrukturisasi besar pada periode 2022-2023 yang oleh perusahaan disebut sebagai “tahun efisiensi”.

Berdasarkan laporan keuangan terakhir, Meta mempekerjakan sekitar 79.000 karyawan per 31 Desember. Dengan skenario pengurangan hingga 20%, jumlah tenaga kerja yang terdampak dapat melampaui 15.000 orang.

Sejumlah eksekutif senior Meta disebut telah memberi sinyal kepada pimpinan unit bisnis untuk mulai menyiapkan langkah pengurangan tenaga kerja. Dua sumber menyebut manajemen telah meminta para pimpinan divisi menyusun rencana efisiensi organisasi.

Namun demikian, Meta belum secara resmi mengonfirmasi rencana tersebut. Juru bicara Meta Andy Stone menyatakan laporan mengenai rencana PHK masih bersifat spekulatif.

“Ini merupakan laporan spekulatif mengenai pendekatan teoretis,” ujar Andy Stone menanggapi pertanyaan mengenai rencana tersebut.

Rencana efisiensi tersebut muncul di tengah strategi agresif Meta dalam memperkuat investasi pada teknologi kecerdasan buatan generatif. Dalam satu tahun terakhir, CEO Meta Mark Zuckerberg mendorong perusahaan mempercepat pengembangan teknologi AI guna bersaing dengan perusahaan teknologi global lainnya.

Meta bahkan menawarkan paket kompensasi besar kepada sejumlah peneliti AI terkemuka untuk bergabung dalam tim pengembangan kecerdasan super yang baru dibentuk.

Perusahaan juga mengumumkan rencana investasi hingga US$600 miliar untuk membangun pusat data AI hingga tahun 2028. Selain itu, Meta dilaporkan mengakuisisi platform jejaring sosial Moltbook yang dikembangkan untuk agen AI.

Meta juga disebut mengalokasikan dana sedikitnya US$2 miliar untuk mengakuisisi perusahaan rintisan AI asal China, Manus.

Baca Juga: Meta Temui Menkomdigi Bahas Peningkatan Kepatuhan di Indonesia Usai Disidak

Baca Juga: Meta Bersiap Masuk Pasar Stablecoin Dolar, Bidik Pembayaran Digital Global

Baca Juga: Bebas Pajak! Google dan Meta Tak Perlu Setor PPh di Indonesia, Ini Alasannya

Zuckerberg sebelumnya menyatakan investasi besar pada AI diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Ia menyebut sejumlah proyek yang sebelumnya membutuhkan tim besar kini dapat diselesaikan oleh lebih sedikit tenaga kerja berkat dukungan teknologi AI.

“Saya mulai melihat proyek yang sebelumnya membutuhkan tim besar kini dapat diselesaikan oleh satu orang yang sangat berbakat,” ujar Zuckerberg dalam pernyataan sebelumnya.

Tren PHK di Industri Teknologi

Langkah efisiensi Meta juga mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan perusahaan teknologi Amerika Serikat yang mulai menyesuaikan struktur tenaga kerja seiring peningkatan penggunaan teknologi AI.

Pada Januari lalu, Amazon mengonfirmasi rencana pengurangan sekitar 16.000 karyawan atau hampir 10% dari total tenaga kerja perusahaan.

Sementara itu, perusahaan teknologi finansial Block juga memangkas hampir separuh tenaga kerjanya. CEO Block Jack Dorsey secara terbuka menyebut perkembangan teknologi AI sebagai salah satu faktor yang memungkinkan perusahaan beroperasi dengan tim yang lebih kecil.

Di sisi lain, investasi AI Meta juga menghadapi sejumlah tantangan teknis. Perusahaan sebelumnya mendapat kritik terkait model Llama 4 setelah muncul tudingan bahwa hasil pengujian awal model tersebut dinilai menyesatkan.

Baca Juga: Produsen Mie Sedaap Tegaskan Tak Ada PHK Jelang Lebaran

Baca Juga: Kemenperin Bantah PHK di Pabrik Mie Sedaap Gresik, Sebut Pengurangan Hanya Tenaga Outsourcing

Meta bahkan membatalkan peluncuran versi terbesar model tersebut yang diberi nama Behemoth.

Tim kecerdasan super Meta saat ini tengah mengembangkan model AI baru bernama Avocado untuk memperkuat posisi perusahaan di sektor AI generatif, meskipun performanya dilaporkan masih belum memenuhi ekspektasi internal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gokil, 35 Orang Gen Z Punya Harta Lebih dari Rp 17 Triliun
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Undian Spectacular Surprise 2 Electronic City Banjir Hadiah, Dari Voucher hingga Mobil Listrik
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Panduan Cara Trading Bitcoin untuk Pemula di 2026 Secara Aman
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Jalur Gilimanuk-Denpasar Lumpuh Total, Kendaraan Pemudik Terjebak Macet 36 Km
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Polda Jabar Tindak Truk Sumbu Tiga Selama Mudik Lebaran untuk Cegah Kemacetan di Jalur Nagreg
• 30 menit lalupantau.com
Berhasil disimpan.