Pejabat Energi AS Prediksi Perang Iran Berakhir Dalam Waktu Dekat

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Chris Wright memperkirakan konflik antara Amerika Serikat dan Iran akan berakhir dalam waktu dekat, kemungkinan dalam beberapa minggu ke depan.

Dalam wawancara di program This Week milik ABC News, Wright menyatakan bahwa berakhirnya konflik tersebut dapat membantu memulihkan pasokan energi global yang sempat terganggu.

“Saya pikir konflik ini pasti akan berakhir dalam beberapa minggu ke depan, bahkan bisa lebih cepat dari itu. Setelah konflik berakhir, kita akan melihat pemulihan pasokan energi dan penurunan harga,” kata Wrigh, Minggu (15/3/2026).

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan sekutu regionalnya telah memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, terutama karena ketegangan di sekitar Strait of Hormuz yang merupakan jalur utama distribusi minyak dunia.

Korban di Lebanon Terus Bertambah

Sementara itu, situasi di Lebanon semakin memburuk akibat meningkatnya serangan Israel sejak 2 Maret. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 850 orang tewas dan 2.105 lainnya terluka sejak eskalasi serangan dimulai hampir dua minggu lalu.

Serangan tersebut merupakan bagian dari konflik regional yang lebih luas antara Israel dan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran di kawasan tersebut.  Kelompok bersenjata Lebanon, Hezbollah, mengklaim telah menyerang sebuah tank tempur Israel di dekat kota selatan Taybeh.

Dalam pernyataannya melalui Telegram, Hezbollah mengatakan para pejuangnya menembakkan rudal berpemandu yang menghantam tank Merkava hingga terbakar.  Militer Israel belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim tersebut.

Pejabat Hamas Tewas dalam Serangan di Sidon

Di lokasi lain, seorang pejabat dari kelompok Palestina Hamas dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel di kota pesisir Sidon.

Menurut sumber Hamas kepada Agence France-Presse, korban yang tewas adalah Wissam Taha, seorang pejabat kelompok tersebut. Serangan dilaporkan menghantam sebuah apartemen di gedung perumahan di distrik utara kota tersebut.

Sidon merupakan kota yang menampung kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon, yang dalam beberapa bulan terakhir beberapa kali menjadi target serangan Israel. Israel menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk menargetkan anggota Hamas yang beroperasi di wilayah itu.

Konflik yang melibatkan Israel, Iran, serta kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon dan Gaza kini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Khofifah Sambut Kepulangan Dua Mahasiswa Jatim yang Dievakuasi dari Iran
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Kementrans Gandeng Produsen Keramik Perkuat Pemberdayaan Transmigran
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hyperscale Green Data Center Picu Akselerasi Industri Hijau Indonesia
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ingin Dongkrak PAD 2026, DPRD Kota Bekasi Awasi Penyertaan Modal BUMD
• 3 jam laludisway.id
thumb
Saham Konglomerat dan Bank Besar Jadi Pemberat IHSG Sepekan
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.