Jelang Lebaran Banyak Jasa Tukar Uang Baru, Ustaz Abdul Somad Ungkap Hukumnya Menurut Islam

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Menjelang perayaan Idul Fitri, tradisi menukar uang baru menjadi hal yang sering dilakukan masyarakat.

Uang pecahan baru biasanya dibagikan kepada anak-anak atau kerabat sebagai bagian dari tradisi Lebaran.

Namun di tengah tingginya permintaan tersebut, muncul pula jasa penukaran uang baru yang mengenakan biaya tambahan atau potongan tertentu.

Hal ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai bagaimana hukumnya dalam Islam.

Ustaz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS memberikan penjelasan mengenai praktik tukar uang baru dengan biaya tambahan tersebut.

Penjelasan ini disampaikan dalam sebuah ceramah yang diunggah di kanal YouTube NderekUAS.

Dalam ceramah tersebut, Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat aturan mengenai pertukaran barang yang sejenis.

“Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, kurma dengan kurma, garam dengan garam. Kalau dia sejenis dan berlebih, maka lebihnya itu riba,” ujar Ustaz Abdul Somad.

Ilustrasi menukar uang baru menjelang Lebaran
Sumber :
  • iStockPhoto

Ia menjelaskan bahwa jika dua barang yang sama jenisnya ditukar, maka nilainya harus sama dan dilakukan secara langsung.

Jika terdapat tambahan atau kelebihan dalam pertukaran tersebut, maka tambahan tersebut dapat termasuk dalam kategori riba.

Menurut Ustaz Abdul Somad, uang lama dan uang baru pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai alat tukar.

Karena itu, keduanya tetap dianggap sebagai barang sejenis dalam transaksi.

“Duit lama dengan duit baru itu sebagai barang antik atau nilai tukar? Sebagai nilai tukar,” jelasnya.

Dengan demikian, jika seseorang menukar uang dengan nominal yang sama namun harus membayar lebih karena biaya jasa penukaran, maka tambahan tersebut berpotensi masuk dalam kategori riba.

Inilah yang menjadi alasan mengapa praktik menukar uang dengan potongan tertentu sering diperdebatkan dalam pandangan hukum Islam.

Fenomena jasa tukar uang baru biasanya marak menjelang Lebaran. Banyak orang yang menawarkan jasa penukaran uang dengan imbalan tertentu.

Sebagai contoh, seseorang menukar uang Rp100 ribu dengan pecahan kecil namun hanya menerima Rp95 ribu karena adanya potongan jasa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAQI Yakin Pendapatan Tumbuh 40 Persen di 2025, Siap Tangkap Peluang Momen Arus Mudik
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Rismon Berakhir Damai? Begini Isi Pertemuan Soal Restorative Justice
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Segel SPBU Tegal Besar Jember Dicopot OTK, DPRD Minta Penjelasan Polisi
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
• 20 jam lalusuara.com
thumb
15 Perjalanan Terdampak Cuaca Buruk di Bandara Juanda
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.