jpnn.com, BANYUASIN - Seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan ditemukan tewas dengan kondisi wajah penuh luka lebam.
Korban dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya diduga terjatuh di kamar mandi.
BACA JUGA: Isi Ramadan dengan Hal Mulia, Napi Rutan Muntok Belajar Pemulasaran Jenazah
Berdasarkan informasi yang dipimpin, insiden bermula saat korban ditemukan tidak sadarkan diri di area kamar mandi lapas, Selasa (10/3).
Meski klaim awal menyebutkan korban terjatuh, adanya luka lebam pada bagian wajah menimbulkan kecurigaan terkait adanya unsur kekerasan.
Saat ini, pihak kepolisian bersama tim dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kepala Kakanwil Ditjenpas Sumatera Selatan Erwedi Supriyatno mengungkapkan timnya sudah turun ke lapas untuk melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.
"Tim kami sudah turun ke Lapas dan melakukan pendalaman serta pemeriksaan kepada saksi-saksi teman sekamarnya termasuk petugas dan rekaman video CCTV," ungkap Erwedi, Minggu (15/3).
Selain itu kata Erwedi, pihaknya juga sedang menunggu hasil visum dari rumah sakit Mohammad Hasan Bhayangkara Palembang.
"Kami sedang menunggu hasil visum dari rumah sakit. Jika dari hasil visum korban kematiannya tidak wajar oleh napi lain atau pegawai maka akan ditindak tegas," kata Erwedi.
Menurutnya, jika kematian korban Sandi (29) nanti terbukti tidak wajar atau ditemukan adanya kekerasan, baik dari napi lain apalagi dari pegawai maka akan diberikan tindakan tegas.
"Akan kami berikan tindakan tegas sesuai hukum yang berlaku dan akan diberi sanksi pidana," tegas Erwedi.
Kapolsek Talang Kelapa Kompol Herli Setiawan mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus kematian narapidana Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin dan menunggu visum keluar.
"Saat ini saksi yang sudah diperiksa terkait kasus tersebut ada 12 orang," kata Herli.(mcr35/jpnn)
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Cuci Hati




