Persija Ditahan Dewa United, Mauricio Souza Semprot Kondisi Lapangan JIS!

tvonenews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, melontarkan kritik tajam soal kondisi lapangan Jakarta International Stadium (JIS), setelah ditahan imbang 1-1 Dewa United FC pada Super League, Minggu (15/3/2026).

Menurut Souza, kualitas lapangan di JIS sangat memengaruhi jalannya pertandingan. 

Ia menilai kondisi rumput yang kurang baik membuat kedua tim kesulitan menampilkan permainan teknis.

“Menurut saya, pertandingan ini secara teknis sangat buruk. Jika dianalisis, hampir tidak ada peluang gol yang benar-benar jelas dari kedua tim,” kata Souza.

Dalam laga tersebut, Persija sebenarnya sempat unggul lebih dulu melalui gol Maxwell Souza menjelang akhir babak pertama. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Alexis Nahuel Messidoro mencetak gol penyama kedudukan bagi Dewa United pada awal babak kedua.

Souza menilai kondisi lapangan membuat Persija tidak dapat memainkan gaya permainan yang biasa mereka terapkan, yakni umpan pendek dengan tempo cepat.

“Lapangan tidak memiliki kondisi minimal untuk menghadirkan pertandingan sepak bola dan tontonan yang baik,” ujarnya.

Pelatih asal Brasil itu juga menegaskan bahwa kondisi tersebut membuat timnya kesulitan membangun serangan meski memiliki sejumlah pemain dengan kemampuan teknik yang baik.

Selain itu, Souza turut menyoroti catatan hasil Persija saat bermain di JIS. Menurutnya, Macan Kemayoran justru kehilangan banyak poin penting ketika tampil di kandang sendiri.

“Di sini kami kehilangan poin saat melawan Bali (United, imbang 1-1), Malut (United, imbang 1-1), dan sekarang Dewa. Total ada enam poin yang tertinggal di JIS,” ungkapnya.

Ia membandingkan hasil tersebut dengan performa tim saat bermain tandang, di mana Persija justru mampu meraih kemenangan atas lawan-lawan yang sama.

Souza juga menilai gol penyama kedudukan Dewa United tidak lepas dari kesalahan pengambilan keputusan pemain Persija pada fase akhir pertandingan.

Menurutnya, bola seharusnya dibuang jauh dari area berbahaya untuk meredam tekanan lawan. Namun bola justru kembali dimainkan di area tengah sehingga memberi kesempatan bagi Dewa United melakukan serangan balik.

“Bola ada di kaki pemain kami. Seharusnya bola dibuang ke belakang atau keluar lapangan, tetapi justru dimasukkan kembali ke duel. Dari situ mereka melakukan serangan balik empat lawan tiga dan akhirnya mencetak gol,” jelas Souza.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Gigit Jari: Negara-negara Lain Ogah Bantu Militer AS, NATO Terancam Bubar
• 5 jam lalusuara.com
thumb
Mudik Gratis, Warga Bogor Hemat Rp 2 Juta untuk Boyong Keluarga ke Kampung Halaman
• 49 menit lalukompas.com
thumb
Polri Ungkap Pengedar Daging Impor Busuk: Barang Expired 2024, Dijual di 2026
• 49 menit laludetik.com
thumb
PB IKA-PMII Lepas Bus Mudik Gratis 2026, Rutenya hingga Sumatra
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Kondisi Finansial Zodiak 17 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.