PETENIS unggulan kedua asal Italia, Jannik Sinner, akhirnya berhasil melangkah ke partai puncak BNP Paribas Terbuka 2026. Kepastian ini didapat setelah Sinner menumbangkan rivalnya, Alexander Zverev, dalam laga semifinal yang berlangsung di Indian Wells, Minggu (15/3) WIB.
Kemenangan dua set langsung 6-2 dan 6-4 ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Sinner. Ia tercatat sebagai petenis tunggal putra Italia pertama dalam sejarah yang mampu menembus final di turnamen bergengsi tersebut.
Tidak hanya itu, hasil ini sekaligus menghapus catatan buruk Sinner yang selalu terhenti di babak empat besar dalam dua edisi sebelumnya.
Baca juga : Lengkapi Koleksi Semifinal Masters 1000, Alexander Zverev Ukir Sejarah di Indian Wells 2026
Kontrol Mutlak Sejak AwalPertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Zverev sebenarnya menunjukkan kepercayaan diri di awal laga dengan memenangi delapan poin pertama saat memegang servis. Namun, Sinner merespons dengan pengembalian bola yang presisi hingga mampu memenangi reli-reli panjang.
Ketajaman Sinner terlihat saat ia berhasil mengonversi break point krusial pada gim kelima dan ketujuh di set pertama.
Dominasi petenis berusia 24 tahun ini ditutup dengan servis konsisten yang membuatnya hanya kehilangan empat poin saat memegang servis di sepanjang set pembuka.
Baca juga : Jannik Sinner Melenggang Mulus ke Semifinal Indian Wells
Memasuki set kedua, Zverev sempat memberikan perlawanan sengit dan mencoba menekan Sinner saat kedudukan 3-2. Namun, ketenangan Sinner menjadi pembeda.
Sebuah ace penyelamat diluncurkan Sinner untuk menjaga momentum, sebelum akhirnya ia memanfaatkan kelengahan servis Zverev untuk unggul 4-3.
"Itu adalah penampilan yang luar biasa dari pihak saya. Saya merasa Sascha tidak bermain terlalu baik hari ini. Saya mematahkan servisnya beberapa kali di set pertama, yang memberi saya kepercayaan diri untuk melaju, dan saya melakukan servis dengan sangat baik di momen-momen penting. Saya sangat senang," ujar Sinner usai laga.
Evolusi Permainan dan Rekor BaruKemenangan ini menjadi kemenangan keenam berturut-turut Sinner atas Zverev, sekaligus memperlebar keunggulan head-to-head mereka menjadi 7-4. Statistik ATP mencatat Sinner memenangi 83% (24/29) poin dari servis pertamanya dalam laga yang berdurasi 83 menit tersebut.
Sinner mengungkapkan bahwa variasi posisi pengembalian bola menjadi strategi utamanya untuk meredam servis keras petenis Jerman itu.
"Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Pertama kali di sini mencapai final, ini sangat berarti bagi saya," ungkapnya.
"Tentu saja, pertandingan berikutnya akan menjadi ujian yang sangat berat, tetapi saya sangat senang. Kami telah meningkat minggu ini, di turnamen ini, dan bagi saya itu adalah bagian terpenting," tambah Sinner mengenai persiapannya menuju laga final.
Di sisi lain, meski harus menelan kekalahan pahit, Alexander Zverev mencatatkan prestasi pribadi sebagai petenis putra kelima yang berhasil mencapai babak semifinal di seluruh sembilan turnamen ATP Masters 1000.
Kini, fokus Zverev beralih ke Miami Terbuka untuk mencari cara memecahkan dominasi Sinner yang kian sulit dibendung. (Ant/Z-1)




