REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Sebanyak 5.268 personel gabungan dari TNI-Polri dan instansi pemerintah dikerahkan dalam Operasi Ketupat 2026 untuk menjaga kelancaran dan keamanan libur Lebaran Idul Fitri di Sulawesi Selatan. Operasi ini berlangsung dari 13 hingga 15 Maret 2026.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, berharap seluruh personel dapat memahami dan melaksanakan operasi ini dengan baik. Ia menekankan pentingnya optimalisasi layanan telepon darurat 110 agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan bantuan serta informasi terkait pelayanan kepolisian.
Operasi Ketupat tahun ini melibatkan 2.583 personel Polri, 546 personel TNI, dan 2.139 personel dari instansi terkait. Mereka ditempatkan di 108 pos pengamanan yang tersebar di Sulsel, terdiri dari 61 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, dan 25 pos terpadu.
Personel di lapangan diminta untuk mendata rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor polisi setempat. Kapolda juga mengajak seluruh personel untuk meningkatkan soliditas dan sinergitas demi mewujudkan mudik yang aman dan nyaman.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi Arif, mengapresiasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, menyebutnya sebagai langkah penting untuk memastikan kesiapan pengamanan menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Apel gelar pasukan untuk Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan di Lapangan Upacara Kantor Mapolda Sulsel, diikuti oleh personel gabungan dari berbagai instansi seperti Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Basarnas, dan Senkom Mitra Polri.