REPUBLIKA.CO.ID, aTEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan angkatan lautnya telah meluncurkan serangan terkoordinasi yang menargetkan empat pangkalan udara utama Amerika Serikat (AS) di Asia Barat. Operasi ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Janji Setia 4 (Operation True Promise 4) yang terus berlanjut.
Dalam pernyataan ke-40 yang dirilis Humas IRGC menyusul gelombang serangan ke-53 dan 54, disebutkan bahwa pasukan angkatan laut Iran melancarkan serangan serentak pada dini hari tadi. Empat pangkalan yang menjadi sasaran utama adalah pangkalan udara Al-Dhafra, Ali Al-Salem, Sheikh Isa, dan Al-Udeid.
Baca Juga
Hasil Pekan ke-30 Liga Primer Inggris: Arsenal Kian Menjauh dari City, MU Kukuh di Posisi Tiga
Polda Kalsel Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
Cara Jaga Pola Makan Sehat Setelah Ramadhan Usai
Rudal dan drone lumpuhkan iInfrastruktur Vital
Laporan tersebut merinci bahwa serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah yang dilengkapi hulu ledak model baru, serta pesawat tak berawak (drone) bunuh diri.
Sasaran serangan mencakup infrastruktur militer kunci, termasuk pusat komando dan kendali, menara pengawas lalu lintas udara, hanggar pertahanan udara, serta gudang logistik. Pihak militer Iran menekankan bahwa serangan ini merupakan bagian dari operasi pembalasan yang lebih luas terhadap aset-aset militer AS di kawasan tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sementara itu, RGC mengeklaim bahwa berdasarkan analisis citra satelit, lebih dari 80 persen sistem radar strategis dan instalasi vital lainnya di pangkalan-pangkalan tersebut berhasil dihancurkan.
Laporan lapangan yang dikutip IRGC juga menyebutkan adanya kebingungan dalam struktur komando pasukan AS di fasilitas tersebut, serta penurunan moral personel di lapangan akibat hantaman yang bertubi-tubi.