AirAsia (CMPP) Raup Pendapatan Rp7,87 Triliun, Rugi Susut 15% di 2025

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) mampu meraup pendapatan Rp7,87 triliun sepanjang 2025 dan menekan kerugian hingga 15% dibandingkan dengan 2024.

Berdasarkan laporan keuangan CMPP, dikutip Senin (16/3/2026), pendapatan usaha 2025 tercatat susut sebesar 0,86% dibandingkan dengan realisasi 2024 yang mampu mencapai Rp7,94 triliun. Adapun, rugi tahun berjalan 2025 mencapai Rp1,29 triliun atau susut 15% secara tahunan dari Rp1,52 triliun pada 2024

Sementara itu, beban usaha sepanjang 2025 mencapai Rp8,51 triliun atau mampu ditekan hingga 2,4% dibandingkan 2024 yang sejumlah Rp8,73 triliun. Bahan bakar menjadi penyumbang beban usaha terbesar yakni senilai Rp3,16 triliun, disusul perbaikan & pemeliharaan pesawat Rp2,06 triliun.

Sepanjang 2025, AirAsia telah mengangkut 5,91 juta penumpang dengan tingkat keterisian kursi (load factor) sebesar 83% di seluruh jaringan penerbangannya.

Penjualan kursi tetap menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan dengan nilai mencapai Rp6,62 triliun, sementara pendapatan tambahan (ancillary revenue) seperti bagasi, layanan selama penerbangan, kargo, charter, serta layanan tambahan lainnya menyumbang Rp1,25 triliun, yang mengalami kenaikan 3% jika dibandingkan dengan 2024.

Direktur Utama AirAsia Indonesia, Achmad Sadikin Abdurachman mengatakan perbaikan kinerja ini mencerminkan penguatan operasional maskapai di tengah dinamika industri penerbangan yang masih menghadapi tantangan biaya operasional dan fluktuasi nilai tukar.

Baca Juga

  • AirAsia Getol Ekspansi ke Indonesia Timur, Intip Tiga Rute Barunya
  • AirAsia Diskon Tiket Pesawat Mudik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Rutenya
  • AirAsia Resmi Buka Rute Internasional Batam Kuala Lumpur

"Sepanjang 2025 kami fokus memperkuat konektivitas penerbangan sekaligus menjaga efisiensi operasional. Upaya tersebut memungkinkan AirAsia menurunkan kerugian di tengah tantangan industri penerbangan yang masih menghadapi tekanan biaya operasional," katanya dalam siaran pers.

Depresiasi dolar AS sebesar 3,8% turut memberikan tekanan terhadap biaya operasional yang sebagian besar berbasis mata uang asing. Meski demikian, berbagai langkah efisiensi berhasil menurunkan CASK (Cost per Available Seat Kilometre) sebesar 1,4% dibandingkan tahun 2024.

Pada 2025, Indonesia AirAsia memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan sejumlah rute strategis baik internasional maupun domestik. Rute internasional seperti Bali–Darwin, Bali–Adelaide, serta Surabaya–Don Mueang (Bangkok) memperkuat konektivitas Indonesia dengan kawasan regional sekaligus memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi wisatawan.

Di sisi domestik, pembukaan rute Jakarta–Manado, Surabaya–Balikpapan, Balikpapan–Tarakan, dan Balikpapan–Berau turut memperkuat konektivitas antar wilayah serta mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Dia menjelaskan untuk memperkuat kinerja 2026, Indonesia AirAsia terus memperluas jaringan penerbangannya baik internasional maupun domestik. Pada kuartal I/2026, Indonesia AirAsia membuka rute baru menuju Melbourne, Australia, serta Da Nang, Vietnam, yang seluruhnya dilayani melalui Bali.

“Penguatan peran Bali sebagai hub internasional diharapkan dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia sekaligus memperluas konektivitas penerbangan menuju berbagai destinasi internasional,” ujarnya,

Di sisi domestik, AirAsia juga memperluas jaringan penerbangan yang menghubungkan Surabaya, Makassar, Palu, Luwuk, dan Kendari pada awal 2026 dengan Makassar sebagai virtual hub untuk memperluas konektivitas ke berbagai wilayah di Indonesia Timur.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Berita Terpopuler: PPPK Paruh Waktu Deg-degan, THR 2026 Sudah Cair ya, Alhamdulillah
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Helm Pelaku dan Wadah Kimia Tertinggal di Lokasi Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
• 30 menit laluliputan6.com
thumb
Komisi III DPR Gelar Rapat, Desak Polri Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Marc Klok Kecewa Usai Persib Ditahan Borneo FC: Harus Berbenah
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Operasi Ketupat 2026: Angka Kematian Kecelakaan di Jabar Turun Drastis
• 10 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.