Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (13/3/2026) lalu dan mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut.
IDXChannel - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (13/3/2026) lalu dan mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut.
Tekanan datang dari penguatan dolar AS serta kekhawatiran inflasi yang dipicu konflik Iran, yang turut meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga.
Emas spot (XAU/USD) turun 1,14 persen menjadi USD5.021,27 per ons, dan sepanjang pekan ini tercatat merosot 2,90 persen.
“Walau pasar tetap sangat bullish terhadap emas dalam jangka panjang karena faktor alokasi aset, harga logam mulia ini terus merayap menuju level terendah sejak konflik Iran dimulai, seiring dolar yang berada di kisaran tertinggi hampir empat bulan,” kata trader logam independen, Tai Wong, dikutip Reuters.
Proyeksi Harga Emas
Kitco News Weekly Gold Survey menunjukkan Wall Street masih terjebak dalam kebimbangan soal arah pergerakan emas dalam jangka pendek.
Sementara investor ritel tetap mempertahankan bias bullish ringan meski emas kembali mencatat penurunan mingguan.
“Emas naik. Spot emas bertahan di level USD5.000, dan menurut saya ini lebih penting dari yang diperkirakan banyak pihak. Hal ini menunjukkan penerimaan pasar yang meningkat, dan selama tren ini berlanjut, peluang bagi para bullish untuk mendorong harga lebih tinggi masih terbuka,” kata senior market strategist di Forex.com, James Stanley.
Di sisi lain, President & COO Asset Strategies International, Rich Checkan, memprediksi penurunan.
“Meski saya percaya pasar seharusnya naik dengan kondisi saat ini, pekan ini adalah minggu Federal Open Market Committee (FOMC), jadi ada potensi tekanan,” ujarnya.
Senior commodities broker di RJO Futures, Daniel Pavilonis, memperkirakan emas dan perak akan tetap mengikuti arah saham, yang saat ini bergerak berlawanan arah dengan imbal hasil Treasury, dan ia memperkirakan saham terkoreksi dalam waktu dekat.
Dari 15 analis yang ikut dalam Kitco News Gold Survey pekan ini, Wall Street terbagi rata. Enam analis (40 persen) memprediksi harga emas akan naik, enam lainnya (40 persen) melihat harga akan turun, dan tiga analis sisanya (20 persen) menilai risiko relatif seimbang.
Sementara itu, dari 270 suara yang masuk di polling online Kitco, sentimen investor ritel nyaris tidak berubah dari minggu sebelumnya.
Sebanyak 169 orang (63 persen) memprediksi harga emas naik pekan ini, 32 orang (12 persen) memperkirakan harga turun, dan 69 orang (26 persen) menilai harga bergerak datar.
Pekan ini, perhatian pasar akan tertuju pada pengumuman suku bunga dari sejumlah bank sentral besar, termasuk Australia, Kanada, AS, Jepang, Swiss, Inggris, dan Eropa.
Selain itu, data terbaru terkait kondisi sektor manufaktur AS, pasar properti yang masih lesu, serta inflasi produsen juga akan menjadi sorotan. (Aldo Fernando)





