REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menangis adalah sebuah reaksi psikologis yang dialami seseorang saat merespons hal-hal yang menyentuh keadaan jiwanya. Umumnya setiap insan pernah menangis. Begitu pula halnya dengan Nabi Muhammad SAW.
Meski begitu, tangisnya Rasulullah SAW tidak seperti kita. Jatuhnya air mata beliau mempunyai makna yang mendalam. Nabi SAW menangis bukan karena hal yang remeh-temeh.
Baca Juga
Richarlison Selamatkan Tottenham dari Kekalahan Kontra Liverpool
Polda Kalsel Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
Milan Terpeleset di Kandang Lazio, Inter Tetap Nyaman di Puncak
Berikut adalah sejumlah peristiwa yang pernah membuat Rasul SAW menangis.
Pertama, Rasulullah SAW menangis karena takut pada Allah. Beliau sering menangis dalam shalat malam. Bilal bin Rabah pernah melihat janggut Nabi SAW basah oleh air mata.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kemudian, ia bertanya, “Ya Rasulullah, mengapa engkau menangis, padahal Allah SWT mengampunimu atas segala apa yang telah lalu dan apa yang akan datang?"
Rasulullah SAW menjawab, “Bukankah aku seharusnya menjadi hamba-Nya yang banyak bersyukur?"
Kedua, Nabi SAW menangis dalam shalatnya dan saat mendengar Alquran. Beliau sering meminta Abdullah bin Mas'ud untuk membacakan ayat-ayat Alquran. Ketika sampai pada surah an-Nisa ayat ke-41.
"Bagaimanakah (keadaan manusia kelak pada hari Kiamat) jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) sebagai saksi atas mereka?"