Serba-serbi Mudik H-6 Lebaran

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pelabuhan Gilimanuk mengalami kepadatan panjang pada Minggu (15/3). Antrean kendaraan mengular hingga 31 kilometer, bahkan ekor kemacetan berada di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, membenarkan adanya kepadatan tersebut. Dia mengatakan, kendaraan didominasi oleh mobil pribadi, mobil pengangkut logistik, dan sepeda motor.

Ariasandy menyebut, pihaknya pun telah melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan.

"Kami bersama jajaran Ditlantas Polda Bali dan Polres Jembrana terus melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk," ujar Ariasandy dalam keterangannya, Minggu (15/3).

Sejumlah anggota kepolisian telah ditempatkan di beberapa titik untuk mengatur arus lalu lintas. Polisi juga menerapkan delaying system untuk menahan laju kendaraan yang hendak menuju pelabuhan.

"Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait agar proses penyeberangan dapat berjalan lebih optimal," ucapnya.

Dia mengimbau, masyarakat bisa mematuhi arahan petugas di lapangan. Para pemudik juga diminta agar menjaga keselamatannya masing-masing.

Cerita Warga Tangsel Pilih Mudik Pakai Mobil Listrik

Di tengah hiruk-pikuk arus mudik di Rest Area KM 166 Tol Cipali, sebuah pemandangan berbeda terlihat di sudut stasiun pengisian daya.

Sementara antrean panjang mengular di SPBU, beberapa pengendara tampak santai menunggu daya kendaraan mereka terisi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

‎‎Salah satunya adalah Sendika (35), seorang pegawai swasta asal Tangerang Selatan yang hendak pulang ke kampung halamannya di Cirebon.

‎Pria yang sudah dua tahun beralih ke kendaraan listrik ini mengaku keputusannya berpindah dari mobil konvensional didasari oleh efisiensi biaya yang sangat signifikan.‎

‎Bagi Sendika, perbedaan biaya operasional antara mobil berbahan bakar minyak (BBM) dengan mobil listrik bagaikan bumi dan langit. ‎Saat masih menggunakan mobil konvensional, ia harus merogoh kocek dalam-dalam untuk mengisi bahan bakar jenis Dex.

‎‎"Kalau mobil konvensional biasa isi Dex itu sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta untuk ke Cirebon," ujar Sendika saat ditemui kumparan di sela pengisian daya, Minggu (15/3).

Kini, dengan menggunakan mobil listriknya, biaya operasional tersebut menyusut drastis.

‎‎"Kalau di rumah mungkin enggak nyampe Rp 100 ribu ya. Cuma kalau ngisi (di SPKLU) kayak gini Rp 123 ribu biasanya," tambahnya.

Pemudik Asal Jakarta Kecelakaan di Tol Ungaran Gara-gara Menyalip Jalan

Mobil pemudik asal Jakarta mengalami kecelakaan di Tol Ungaran, Kabupaten Semarang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sebuah mobil Daihatsu Taruna melintang di tengah jalan dalam kondisi rusak cukup parah. Terlihat ada 3 orang yang keluar dari mobil tersebut.

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP LinggaRamadhani mengatakan, kecelakaan itu terjadi di KM 440+400 lajur A sekitar pukul 11.30 WIB. Daihatsu Taruna bernopol A 1736 ZM itu melaju dari arah Jakarta menuju Solo.

"Kendaraan Daihatsu perjalanan dari Jakarta tujuan ke Solo melaju di Lajur 1. Kemudian setibanya di KM 440+350 mobil itu diduga memotong jalur (Cross Over) ke lajur 2," ujar Lingga, Minggu (15/3).

Namun ternyata di lajur 2 ada kendaraan Toyota Kijang pikap bernopol B 9890 HX. Mobil pikap itu terkejut dan tidak sempat menghindar pergerakan mobil Taruna yang tiba-tiba.

"Mobil pikap yang searah dan terkejut sehingga menabrak bagian belakang kendaraan Taruna. Tarunanya memang mau motong jalan," jelas dia.

Ia menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun penumpang Daihatsu Taruna mengalami luka dan ringsek pada kendaraan.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Tapi kendaraan lumayan ringsek," sebut Lingga.

Lonjakan Arus Mudik Diprediksi Sore-Malam: Contraflow hingga One Way Disiapkan

Korlantas Polri memprediksi akan terjadi peningkatan arus kendaraan pada sore hingga malam hari selama Operasi Ketupat 2026. Lonjakan tersebut diperkirakan muncul setelah masyarakat berbuka puasa dan kembali melanjutkan perjalanan mudik.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

“Kami menunggu kemungkinan setelah buka puasa, ada bangkitan arus. Namun demikian penyiapan daripada skenario manajemen rekayasa lalu lintas sudah siap, apakah sore, malam nanti akan kita lakukan contraflow hingga mungkin nanti one way, sudah kami persiapkan, sambil menunggu update,” kata Agus saat ditemui di Command Center Km 29 Tol Jakarta-Cikampek, Minggu (15/3).

Agus menjelaskan, penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way dilakukan berdasarkan parameter perhitungan jumlah kendaraan secara real-time, bukan sekadar prediksi.

Menurutnya, sistem radar di tol akan memantau volume kendaraan secara berkala untuk menentukan kapan rekayasa lalu lintas perlu diterapkan.

“Jadi nanti di KM 47 itu ada radar. Radar itu menghitung jumlah kendaraan. Selama 1 jam berturut-turut, apabila 1 jam berturut-turut itu 5.500, otomatis nanti kami akan lapor Bapak Kapolri, akan dilakukan rekayasa lalu lintas contraflow lajur 1,” jelas Agus.

Ia menambahkan, jika volume kendaraan meningkat hingga 6.400 kendaraan per jam secara berturut-turut, maka contraflow akan diperluas hingga dua lajur.

“Yang kedua, apabila satu jam ke depan berturut-turut naik menjadi 6.400, itu kita lakukan contraflow lajur 2. Jadi ada mekanisme, bukan prediksi. Tetapi parameter itu yang nanti akan kita jadikan pedoman,” kata dia.

Selain radar, Korlantas juga memanfaatkan pemantauan melalui CCTV dan drone ETLE untuk memastikan kondisi lalu lintas secara real-time.

H-6 Lebaran: Belum Ada Antrean Pemudik di Pelabuhan Merak

Memasuki H-6 Lebaran 2026 atau Minggu (15/3) siang, situasi di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, masih tampak lengang dari kendaraan roda empat pemudik yang hendak menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera.

Berdasarkan pantauan di dermaga eksekutif sekitar pukul 15.00 WIB, kendaraan roda empat hanya mengisi satu lajur buffer zone (tempat mengantre) dari total empat lajur yang disediakan sebelum masuk ke kapal.

Salah seorang pemudik roda empat asal Surabaya, Ahmad (48), mengatakan dirinya tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa masuk ke area buffer zone dari pintu masuk dermaga eksekutif Pelabuhan Merak.

Menurutnya, hal itu diduga lantaran masih banyak pemudik yang memilih berangkat mudik pada malam hari untuk menghindari cuaca panas.

"Cepet kok nyampe sini (area buffer zone) dari pas kita masuk (gerbang Pelabuhan Merak), soalnya masih sepi kan. Kalau saya mau ke Jambi. Kayaknya banyak yang milih berangkat malam, panas juga kan (cuaca), apalagi puasa. Dan masih banyak perkantoran yang belum libur juga," kata Ahmad saat ditemui di dermaga eksekutif Pelabuhan Merak, Minggu (15/3).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Desak Polri segera Tangkap Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus Aktivis
• 51 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Mudik Bareng Pertamina Tak Hanya Hadirkan Kemudahan Bagi Warga, Tetapi
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Trump Minta Bantuan Inggris, China, dan Korsel untuk Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Update KAI: Hingga 14 Maret Sebanyak 2.994.943 Tiket Telah Terjual
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Iran Tangkap 20 Orang Diduga Jadi Mata-mata Israel
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.