Menilik Efek Perang AS–Iran ke Bisnis Anak Usaha BUMN Pelindo (IPCC)

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Emiten transportasi dan logistik Grup Pelindo, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) meraup sentimen positif dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Asisten Senior Manager Corporate Communication dan CSR IPCC, Mochamad Ilhamsyah mengatakan hal itu karena memanasnya geopolitik membuat pengiriman kargo ekspor tertahan selama beberapa hari. Hal itu berdampak ke salah satu merek mobil yang produksinya di Indonesia memiliki porsi ekspor yang cukup besar ke Timur Tengah.

Apalagi ia mengaku produksi mobil di pabrik tetap berjalan sehingga unit kendaraan yang siap dikirim terus bertambah. Sementara itu, ia mengatakam kapasitas gudang di negara tujuan juga terbatas sehingga jumlah kendaraan untuk ekspor sementara tertahan di terminal. 

“Akhirnya mau enggak mau akan dibawa ke pelabuhan, nah berkahnya buat kami itu di biaya storage-nya,” kata Ilham ketika ditemui Katadata.co.id di Jakarta, dikutip Senin (16/3). 

Tak hanya itu, ia mengatakan unit kendaraan yang akan diekspor tetap didorong untuk masuk ke pelabuhan lebih dulu. Apabila nantinya pengiriman ke Timur Tengah kembali normal, kata Ilham, kendaraan yang tertahan bisa langsung diberangkatkan.

Ia pun mengaku saat ini pengiriman kargo ke Timur Tengah sempat tertahan karena situasi geopolitik, sementara ekspor ke kawasan lain seperti Amerika Selatan masih tetap berjalan. Ia pun menyebut ada kemungkinan sebagian pengiriman yang tadinya menuju ke Timur Tengah sementara dialihkan ke pasar lain.

Di awal tahun ini, Ilham mengatakan IPCC sebenarnya memperkirakan pertumbuhan bisnis 2026 akan cenderung moderat sekitar 10%. Hal itu salah satunya karena impor kendaraan listrik menurun usai biaya insentif dihentikan. Namun apabila pemerintah kembali memberikan insentif di tengah 2026, impor kendaraan listrik bisa kembali naik dan menjadi tambahan kargo bagi perusahaan.

Meski begitu, sepanjang tahun lalu aktivitas ekspor kendaraan melalui terminal IPCC masih tercatat lebih besar dibandingkan impor.

“Ternyata produksi dalam negeri lebih banyak ketimbang yang dijual di wholesale, wholesale-nya domestik itu enggak seberapa dari nilai ekspornya,” ucapnya.

Ekspansi

Ilham juga mengatakan saat ini IPCC memiliki area 30 hektare dengan kapasitas sekitar 12.000 unit dalam satu waktu, baik untuk segmen kargo completely built up (CBU), alat berat, bus, maupun truk.

Adapun kedepannya IPCC berencana menambah kapasitas melalui ekspansi lahan di Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan lahan milik Pelindo. Aksi itu ditargetkan bisa meningkatkan kapasitas hingga sekitar 20.000 unit.

“Sehingga kalau misalnya market-market, automaker produksinya digenjot lagi, karena pemenuhan ekspor di luar negeri permintaannya tinggi, itu kami bisa nampung,” ucapnya. 

Di samping itu apabila menilik kinerja operasional perusahaan hingga Februari 2026, kunjungan kapal konsolidasi tercatat mencapai 593 call atau naik 23,06% secara tahunan (yoy). Segmen kargo truck/bus tercatat meningkat 50,61% yoy atau bertambah 17.062 unit. Secara keseluruhan, kinerja operasional terminal kendaraan yang mencakup CBU, alat berat, serta truck/bus tumbuh 13,53% yoy.

Pada segmen CBU, IPCC menangani 62.630 unit kendaraan hingga Februari 2026, meningkat sekitar 35% yoy. Vietnam tercatat menjadi tujuan ekspor terbesar dengan volume mencapai 11.672 unit. Keseluruhan segmen kargo CBU konsolidasi mencapai 139.480 unit atau naik 4,41% yoy.

Sepanjang Januari–Februari 2026 IPCC menangani 195.729 unit kargo kendaraan, meningkat 23.319 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama IPCC Sugeng Mulyadi, mengatakan kenaikan kinerja tersebut salah satunya didukung penguatan sistem operasional berbasis digital melalui implementasi PTOS-C. Platform ini menjadi sistem terintegrasi untuk pengelolaan operasional terminal kendaraan, baik internasional maupun domestik.

Menurut dia, penerapan PTOS-C merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun sistem operasional terminal kendaraan yang lebih terintegrasi, efisien, dan transparan.

“IPCC memastikan mampu menghadirkan operasional yang adaptif, andal, dan berkelanjutan di tengah dinamika industri logistik otomotif yang terus berkembang,” ungkap Sugeng.

 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRIN Prediksi Idulfitri 1447 H Jatuh 21 Maret 2026
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Pemkot Cilegon Berangkatkan 2.000 Pemudik Lewat Program Mudik Gratis Penuh Berkah
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Menteri Lingkungan Hidup Pantau Pengelolaan Sampah di Terminal Ngawi dalam Kampanye Mudik Minim Sampah
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Instruksikan Satgas EBTKE Percepat Peralihan Energi Fosil, Antisipasi Pasokan
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Viral Foto Pelaku Diduga Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus! Rekayasa AI, Banyak Kejanggalan
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.