PBB Tetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kopi Sedunia

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Setiap tahunnya kita pasti sering mendengar peringatan Hari Kopi Sedunia, bukan? Ya, tanggal 1 Oktober memang sudah lama dikenal sebagai momen untuk merayakan kopi bersama para pencintanya di seluruh dunia.

Pada Maret 2014, negara-negara anggota International Coffee Organization (ICO) sepakat menjadikan 1 Oktober sebagai hari perayaan bagi para pencinta kopi di seluruh dunia. Peringatan resmi pertama kemudian digelar pada 1 Oktober 2015 dan diluncurkan di Milan, Italia, saat berlangsungnya World Expo 2015.

Kini, peringatan tersebut semakin mendapat pengakuan resmi secara global. Pada 10 Maret 2026, United Nations General Assembly atau Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kopi Sedunia atau International Coffee Day.

Keputusan tersebut diambil setelah Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi berjudul International Coffee Day. Mengutip United Nations, resolusi tersebut disahkan melalui pemungutan suara dengan hasil 150 negara mendukung, 1 negara menolak yaitu Amerika Serikat, serta 1 negara abstain yaitu Kanada. Rancangan resolusi tersebut sebelumnya diajukan oleh perwakilan Brasil.

Melalui resolusi ini, Majelis Umum PBB mengajak negara-negara anggota serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperingati International Coffee Day melalui berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kopi serta dampaknya terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan.

PBB menilai kopi memiliki nilai budaya, sosial, dan sejarah yang sangat penting. Sejak awal kemunculannya hingga sekarang, kopi tidak hanya menjadi komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Kopi bahkan sering menjadi simbol interaksi sosial, ekspresi budaya, serta tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Selain itu, kopi juga menjadi sumber mata pencaharian utama bagi jutaan keluarga di berbagai negara, terutama di negara berkembang.

Produksi dan pengolahan kopi juga berkontribusi terhadap berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari mengurangi kemiskinan, mengatasi kelaparan, hingga menciptakan lapangan kerja yang layak.

Food and Agriculture Organization (FAO), organisasi pangan dan pertanian di bawah naungan PBB, pun menyambut positif penetapan Hari Kopi Sedunia tersebut. Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, mengatakan bahwa kopi memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar minuman.

“Kopi lebih dari sekadar minuman. Ini adalah komoditas global yang diperdagangkan luas, dari biji hingga penyajiannya, yang menopang mata pencaharian jutaan keluarga petani dan menghubungkan komunitas pedesaan dengan pasar di seluruh dunia,” katanya seperti dikutip dari laman Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Menurutnya, pengakuan terhadap sektor kopi dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang pentingnya kopi bagi perekonomian global sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan.

Kopi sendiri merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Dalam satu dekade terakhir, konsumsi kopi global per kapita bahkan meningkat sekitar 1,2 persen setiap tahun.

Sektor kopi juga menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 25 juta petani dan menciptakan lapangan kerja di sepanjang rantai nilai industri kopi. Secara keseluruhan, industri kopi global menghasilkan pendapatan lebih dari USD 200 miliar setiap tahun.

Kopi juga termasuk salah satu komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Pada tahun 2024, produksi kopi global mencapai lebih dari 11 juta ton, dengan sekitar 8 juta ton biji kopi diperdagangkan secara internasional.

Bagi banyak negara berpenghasilan rendah, ekspor kopi bahkan menjadi sumber devisa yang sangat penting. Pada 2024, kopi menyumbang 27,9 persen dari total ekspor barang di Ethiopia, 20,1 persen di Uganda, dan 19,5 persen di Burundi.

Di Ethiopia dan Uganda, pendapatan dari ekspor kopi bahkan lebih besar dibandingkan biaya impor pangan. Sementara di Burundi, nilainya hampir setara dengan 20 persen biaya impor pangan negara tersebut.

Melalui peringatan ini, diharapkan dunia semakin menyadari tantangan dan peluang yang dihadapi jutaan petani kopi. Upaya tersebut juga diharapkan dapat memperkuat komitmen global dalam membangun sektor kopi yang lebih efisien, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pembangunan pedesaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump berunding dengan tujuh negara demi amankan Selat Hormuz
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Momentum Lebaran, Huawei Rilis Foldable Flagship Ultra-Tipis Mate X7
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Ketua Komisi X DPR: AI Jadi Gerbang Baru Publik Memahami Dunia
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Israel Akan Buka Lagi Perbatasan Rafah yang Ditutup Sejak Perang dengan Iran
• 7 jam laludetik.com
thumb
Taiwan Deteksi Lagi Aktivitas Pesawat Militer Tiongkok usai Dua Pekan Mereda
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.