LPSK Didorong Berikan Perlindungan kepada Andrie Yunus Usia Teror Air Keras

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi XIII DPR Mafirion mendorong Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras.

Menurutnya, teror air keras kepada aktivis tersebut merupakan alarm bahaya bagi demokrasi di Indonesia.

"Serangan terhadap aktivis HAM adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang nyata. Negara tidak boleh membiarkan intimidasi ini. LPSK harus bergerak cepat memberikan perlindungan darurat kepada korban," ujar Mafirion dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 telah mengatur bahwa LPSK memiliki kewenangan penuh untuk menjamin keamanan pribadi, keluarga, hingga harta benda korban dari segala bentuk ancaman.

Tegasnya, perlindungan terhadap Andrie Yunus tidak boleh berhenti pada pengamanan medis awal, melainkan harus dikawal ketat hingga proses persidangan berakhir.

"LPSK harus memastikan perlindungan sejak tahap penyelidikan hingga persidangan. Ini krusial agar penegakan hukum berjalan tanpa intimidasi dan korban tidak merasa sendirian menghadapi teror," ujar Mafirion.

Baca juga: Fakta-Fakta Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

Di samping itu, ia mendorong aparat penegak hukum tidak ragu dalam menindak pelaku dan mengungkap motif di balik serangan air keras tersebut.

"Aparat harus mengusut tuntas agar ada efek jera. Jangan sampai ada anggapan bahwa menyerang pembela HAM adalah hal yang bisa dilakukan tanpa konsekuensi hukum," ujar Mafirion.

Sebelumnya diberitakan, kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus resmi naik ke tahap penyidikan oleh kepolisian pada Sabtu (14/3/2026).

Baca juga: Polisi Masih Lacak Motor dan Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus

Kepastian tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra yang menyatakan status perkara telah ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Betul, sudah naik sidik,” ujar Roby, saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu (14/3/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski demikian, hingga kini penyidik masih berfokus memburu pelaku dan belum menetapkan tersangka. Roby mengatakan, penetapan tersangka baru dapat dilakukan setelah perkara masuk tahap penyidikan.

Dalam proses penyidikan, polisi saat ini menelusuri identitas pelaku yang aksinya terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar tempat kejadian perkara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca Panas Ekstrem di Jakarta, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Siang Hari
• 20 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Tiga Bulan Jadi Buron! Ini Tampang Pembunuh Guru SD Depok
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemudik Motor Mulai Terlihat di Kalimalang Bekasi pada H-5 Idulfitri
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Bus Tabrak 5 Mobil Pemudik di Tol Batang, Tak Ada Korban Jiwa
• 15 jam laludetik.com
thumb
Antisipasi Kemarau Panjang, Kemenhut Siapkan 35 Operasi Modifikasi Cuaca
• 1 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.