Revolusi di Piala Dunia 2026: Lenovo Perkuat RefCam dengan Teknologi AI Stabilizer

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

GELARAN Piala Dunia 2026 akan menyuguhkan pengalaman visual baru bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia. Melalui kolaborasi strategis dengan FIFA, perusahaan teknologi Lenovo resmi memperkenalkan inovasi AI Stabilizer untuk perangkat kamera wasit (RefCam). 

Teknologi ini dirancang khusus untuk menghasilkan gambar yang stabil secara real-time, mengatasi kendala guncangan yang selama ini menjadi hambatan utama dalam siaran langsung.

Chief Technology and Delivery Officer Solutions & Services Group Lenovo, Art Hu, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari evaluasi penggunaan RefCam pada tahun sebelumnya. 

Baca juga : Revolusi Digital di Rumput Hijau: Lenovo Siapkan Football AI Pro untuk Piala Dunia 2026

Saat diuji coba pada Piala Dunia Antarklub 2025, perangkat tersebut sebenarnya mendapat respons positif, namun kualitas gambarnya dianggap belum layak untuk standar siaran profesional.

"Cerita di balik kemitraan dengan FIFA ini adalah ketika kami pertama kali meluncurkan RefCam pada tahun 2025. Perangkat ini tidak berfungsi dengan baik untuk siaran," ujar Art Hu, dikutip Senin (16/3).

Menurut Hu, dinamika permainan sepak bola yang melibatkan gerakan intens seperti berlari kencang dan berputar mendadak menjadi tantangan teknis tersendiri. 

Baca juga : Digandeng FIFA, Lenovo Kawal Kompleksitas Piala Dunia 2026

Gerakan wasit yang mengikuti mobilitas pemain membuat tangkapan kamera konvensional menjadi tidak stabil. Hadirnya AI Stabilizer menjadi solusi untuk memperbaiki kualitas visual tersebut secara instan.

"Fitur ini menggabungkan teknologi AI terbaru, yang sejalan dengan cara FIFA mengembangkan permainan. Ini bukan hanya teknologi, tetapi sebenarnya membantu memajukan sepak bola," tegas Art Hu.

Misi Edukasi di Balik Lensa Wasit

Di sisi lain, FIFA melihat penggunaan RefCam bukan sekadar alat pelengkap kemeriahan siaran. 

Chief Business Officer FIFA, Romy Gai, mengungkapkan bahwa teknologi ini membawa misi edukasi bagi publik mengenai kompleksitas dan tekanan yang dihadapi wasit di tengah lapangan.

"Ini mungkin menunjukkan kompleksitas tugas seorang wasit. Seberapa cepat permainan berlangsung, di mana mereka harus berada, selalu pada waktu yang tepat, pada saat yang tepat, mampu menjadi bagian dari permainan," ungkap Romy Gai.

Romy menekankan bahwa FIFA memandang wasit sebagai "tim pertama" yang menentukan kualitas hasil sebuah pertandingan. Dengan gambar yang kini stabil berkat bantuan AI, penonton diharapkan dapat merasakan perspektif wasit secara lebih nyata dan menghargai profesi tersebut.

Implementasi Berkelanjutan

Setelah debutnya di Piala Dunia Antarklub, FIFA berencana memperluas penggunaan RefCam yang telah diperkuat AI ini secara berkelanjutan. 

Teknologi ini dipastikan akan digunakan sepanjang Piala Dunia Pria 2026 dan akan berlanjut pada Piala Dunia Wanita di musim panas mendatang.

"Kami ingin menerapkannya semaksimal mungkin karena hasilnya sangat menarik. Ini merupakan tambahan yang baik untuk kualitas siaran, dan dengan demikian menjadi kesempatan bagi para penggemar untuk lebih menikmati siaran," tutup Romy. (Ant/Z-1)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bojan Hodak syukuri hasil imbang Persib Bandung di kandang Borneo FC
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Arus Kendaraan Padati Pantura Cirebon, Tulisan Unik di Kendaraan Pemudik Jadi Sorotan
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Dari Desa Celuk Bali, TSDC Angkat Kerajinan Serat Alam Makin Terkenal melalui LinkUMKM BRI
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
25 Persen Pendaftar Haji Gen Z dan Milenial, BPKH Dorong Konsep Green Hajj
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
IDAI Ingatkan Vaksinasi dan Keselamatan Anak Saat Mudik
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.