Warga Thailand Panic Buying, Akibatnya Stok BBM di Sejumlah SPBU Habis

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Permintaan bahan bakar di wilayah Thailand saat ini tengah melonjak usai warga negara tersebut panic buying menyusul berita ketegangan di Timur Tengah dan berdampak ditutupnya Selat Hormuz.

Warga Thailand panik setelah muncul kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan dan kenaikan harga, dilaporkan oleh Bangkok Post, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar dilaporkan kehabisan stok dan beberapa SPBU lainnya mulai membatasi pembelian BBM.

Contoh di distrik Mae Sot, Provinsi Tak, antrean kendaraan mulai terlihat sejak pukul 05.00 pagi. Truk besar, mesin pertanian, mobil pribadi hingga sepeda motor memadati sejumlah SPBU, dengan panjang antrean di beberapa lokasi mencapai lebih dari dua kilometer.

Kondisi tersebut memaksa polisi lalu lintas menutup dua jalur jalan untuk mengurangi dampak kemacetan terhadap lalu lintas setempat.

Sebagian besar SPBU di provinsi tersebut membatasi pembelian BBM antara 500 hingga 1.000 baht per kendaraan. Pengisian bahan bakar ke dalam jeriken atau wadah portabel juga dilarang setelah pasokan terganggu.

Meski demikian, banyak SPBU dilaporkan sudah kehabisan bensin hanya beberapa jam setelah mulai beroperasi pada Minggu pagi.

Situasi serupa juga terjadi di wilayah lain. Di distrik Nong Hin, Provinsi Loei, sebuah SPBU milik PTT sempat menutup operasional sementara pada Minggu setelah kehabisan bahan bakar. Operator memasang pemberitahuan yang menyatakan stok BBM habis.

Beberapa SPBU di wilayah tersebut juga membatasi pembelian solar hingga 300 baht per kendaraan untuk memastikan distribusi yang lebih merata.

Sementara itu, operator SPBU swasta di Provinsi Chumphon dan Ranong melaporkan lonjakan permintaan bahan bakar hingga 200–300 persen. Untuk mencegah penimbunan, operator membatasi pembelian solar dalam wadah hingga maksimal 50 liter.

Langkah ini diambil setelah muncul laporan bahwa sejumlah pedagang mulai menimbun BBM menjelang kemungkinan kenaikan harga pada Rabu mendatang, ketika program subsidi harga solar yang berlaku saat ini berakhir.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Imbau Warga Pakai Topi-Payung Hadapi Hawa Panas Jakarta
• 13 jam laludetik.com
thumb
Gibran Prihatin Atas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Polda Jabar Dirikan Pos Pelayanan Mudik Bernuansa Sunda di Nagreg untuk Pemudik Lebaran
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Mengenal Medium Term Notes yang Diterbitkan Danantara Senilai Rp7 Triliun
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
DPC Partai Gerindra Makassar Gelar Bukber Bareng Pengurus dan Kader
• 16 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.