Antrean Panjang Pemudik di Gilimanuk, ASDP Minta Maaf

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kepadatan arus mudik terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan permintaan maaf atas kepadatan arus pengangkutan penumpang yang hendak menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim).

"ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," kata Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale, dilansir Antara, Senin (16/3/2026).

Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, memberlakukan pola penuh 'tiba bongkar berangkat' (TBB) bagi kapal perbantuan untuk mengurai kepadatan dan antrean pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Baca juga: Macet Parah Bikin 17 Pemudik Tumbang di Pelabuhan Gilimanuk Bali

"Pemberlakuan pola penuh TBB di Dermaga III Pelabuhan Ketapang mulai diterapkan hari ini, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari percepatan layanan," kata Windy Andale.

Dia menjelaskan, kapal feri yang tiba di Dermaga III Pelabuhan Ketapang hanya melakukan proses bongkar tanpa memuat kendaraan dari Ketapang (Banyuwangi).

Langkah Urai Kepadatan di Gilimanuk

Untuk mengurai kepadatan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, lanjut Windy, ASDP juga terus melakukan koordinasi intensif bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk KSOP, Kepolisian, TNI dan pemerintah daerah, untuk mempercepat pengaturan operasional di lapangan serta memastikan pergerakan kendaraan di kawasan pelabuhan tetap terkelola dengan baik.

Dia mengatakan saat ini sebanyak 35 kapal dioperasikan selama 24 jam untuk melayani arus kendaraan dan penumpang dari Bali menuju Jawa. Penambahan kapal ini sebagai optimalisasi layanan penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk seiring meningkatnya pemudik menjelang penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.

Baca juga: Arus Mudik ke Gilimanuk Padat, Antrean Kendaraan hingga Sumberklampok

"ASDP melakukan penambahan tujuh kapal dari normal 28 kapal sehingga saat ini total 35 kapal beroperasi bergantian selama 24 jam. Dengan armada yang bergerak nonstop, kapasitas angkut meningkat sehingga proses penyeberangan dapat berlangsung lebih cepat dan antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap," kata Windy.

Menurut dia, peningkatan pergerakan kendaraan terjadi seiring tingginya mobilitas masyarakat dan kendaraan logistik yang hendak menyeberang menjelang penutupan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk (Bali) saat Hari Raya Nyepi pada Rabu-Jumat (18-20/3).

Dia menambahkan, operasional di lintasan Ketapang-Gilimanuk juga didukung 17 dermaga aktif, terdiri dari 9 dermaga di Pelabuhan Ketapang (4 MB, 3 LCM, 1 ponton, 1 Bulusan) dan 8 dermaga di Pelabuhan Gilimanuk (4 MB dan 4 LCM).

"Dermaga LCM difokuskan melayani kendaraan logistik guna menjaga kelancaran distribusi barang sekaligus memisahkan arus kendaraan besar dengan kendaraan penumpang," kata Windy.




(jbr/imk)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi BMKG soal Kapan Idulfitri 2026, Bareng Pemerintah atau Muhammadiyah?
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
[FULL] Diskusi Jusuf Kalla dengan Pakar Pemerintahan Bahas Defisit Anggaran-Program Prabowo
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Tinjau Terminal Rambutan, Menteri PPPA Edukasi Pembatasan Medsos Anak
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Konvoi Motor Ganggu Ketenangan, Warga Kembangan & Kebon Jeruk Pertanyakan Keberadaan Polisi
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Arus Penyeberangan Jawa–Sumatera Melonjak, Penumpang Naik 44,7 Persen
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.