Ali Larijani Ungkap Konspirasi Habiskan Iran dengan Skema Seperti Serangan WTC 2001

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, telah memperingatkan tentang apa yang ia sebut sebagai kemungkinan konspirasi untuk menyalahkan Iran atas serangan teroris besar.

Ia menggambarkan konspirasi seperti kejadian serangan menara kembar World Trade Centre (WTC) yang menjadikan alasan bagi AS untuk menginvasi Afghanistan.  

Baca Juga
  • Garda Revolusi Iran Tantang Trump Adu Kekuatan Angkatan Laut di Selat Hormuz
  • Frustasi dengan Langkah Iran Tutup Selat Hormuz, Trump Minta Bantuan China, Peringatkan NATO
  • AS-Israel Bunuh 400 Lebih Anak-Anak dan Perempuan Iran

"Saya telah mendengar bahwa anggota jaringan Epstein yang tersisa telah merancang konspirasi untuk menciptakan insiden serupa dengan 9/11 dan menyalahkan Iran untuk itu. Iran pada dasarnya menentang skema teroris semacam itu dan tidak memiliki perang dengan rakyat Amerika," tulis Larijani di X.

Pernyataan Larijani muncul pada saat Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam perang dengan Iran.

/* Make the youtube video responsive */ .iframe-container{position:relative;width:100%;padding-bottom:56.25%;height:0 ;margin : 14px 0px 15px 0px}.iframe-container iframe{position:absolute;top:0;left:0;width:100%;height:100%}
.rec-desc {padding: 7px !important;}

Konflik tersebut meningkat setelah AS dan Israel melakukan serangan gabungan terhadap Iran bulan lalu. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, Ayatollah Ali Khamenei, dan memicu perang yang lebih luas di Timur Tengah.

Sebagai tanggapan, Iran telah melancarkan serangan terhadap Israel dan pangkalan militer AS yang terletak di negara-negara Teluk. Israel dan AS juga terus menyerang target Iran. Menurut laporan, perang tersebut telah menewaskan lebih dari 2.000 orang, sebagian besar di Iran.

Pentagon mengatakan bahwa pasukan AS dan Israel telah menyerang lebih dari 15.000 target di seluruh Iran sejak perang dimulai. Media AS juga melaporkan bahwa Pentagon telah mengerahkan kapal serbu amfibi USS Tripoli ke wilayah tersebut, bersama dengan sekitar 2.500 Marinir.

Secara terpisah, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS telah menyerang lokasi-lokasi tempat Iran membangun drone yang digunakan untuk menyerang aset AS dan Israel.“Iran memiliki sedikit sekali kekuatan tempur yang tersisa. Kami telah menghancurkan kemampuan manufaktur mereka,” katanya, Senin.

“Demikian pula, jumlah drone telah berkurang drastis, sekitar 20 persen dari yang mereka miliki. Mulai kemarin, kami menyerang tempat-tempat di mana mereka memproduksinya,” tambah Trump.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Serangan WTC

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Michael B. Jordan, Bintang Sinners yang Raih Penghargaan Aktor Terbaik Oscar 2026
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Layar HP yang Menjajah Meja Makan: Matinya Komunikasi Tatap Muka di Era Digital
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Di Tengah Krisis Global, MBG Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi di Akar Rumput
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Harga Minyak Mentah dan Emas Bergejolak, Pelaku Usaha Diminta Manfaatkan Lindung Nilai
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Kasatgas Tito: Penyaluran Bansos di Wilayah Pascabencana Akan Dongkrak Daya Beli Masyarakat
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.