Pantau - Instagram akan meniadakan dukungan enkripsi ujung ke ujung atau End-to-end encryption (E2EE) dalam layanannya setelah tanggal 8 Mei 2026.
Informasi mengenai perubahan tersebut disampaikan melalui pemberitahuan di Pusat Bantuan Instagram.
GSM Arena dalam siarannya pada Sabtu (14/3) menyebutkan bahwa pemberitahuan terkait perubahan layanan tersebut disampaikan kepada para pengguna melalui pusat bantuan aplikasi.
Menurut Pusat Bantuan Instagram, pesan yang menggunakan enkripsi ujung ke ujung tidak akan lagi didukung setelah 8 Mei 2026.
Pengguna yang obrolannya terdampak oleh perubahan tersebut akan menerima petunjuk mengenai cara mengunduh media atau pesan yang ingin disimpan.
Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan, "Jika Anda menggunakan versi Instagram yang lebih lama, Anda mungkin juga perlu memperbarui aplikasi sebelum dapat mengunduh obrolan yang terpengaruh,".
Dampak Penghapusan Enkripsi PesanSelama ini dukungan enkripsi ujung ke ujung berfungsi memastikan hanya pengguna dan orang yang diajak berkomunikasi yang dapat melihat atau mendengarkan pesan yang dikirim.
Setelah dukungan tersebut dihapus perusahaan Meta akan dapat melihat dan mendengar isi pesan yang dikirim pengguna melalui Instagram.
Selain itu pemerintah juga dapat memperoleh akses terhadap data pengguna apabila mengajukan permintaan resmi kepada pihak Instagram.
Instagram melalui laman pusat bantuannya menyebutkan bahwa dalam fitur pelaporan atau fitur opsional tertentu pengguna atau pihak yang terlibat dalam obrolan masih dapat memilih untuk membagikan pesan kepada Meta.
TikTok Tidak Menggunakan Enkripsi Ujung ke UjungSelain Instagram platform media sosial TikTok juga telah menyatakan bahwa fitur pesan langsung atau direct message tidak menggunakan enkripsi ujung ke ujung.
TikTok menyampaikan bahwa pihaknya tidak menambahkan enkripsi tersebut pada layanan pesan langsungnya.
Alasan tidak digunakannya enkripsi ujung ke ujung karena penerapannya dinilai dapat menghambat tim keamanan maupun penegak hukum untuk membaca pesan apabila diperlukan dalam penanganan suatu kasus.
TikTok juga menjelaskan bahwa meskipun tidak menggunakan enkripsi ujung ke ujung pesan yang dikirim melalui aplikasinya tetap dilindungi dengan enkripsi standar.
Perusahaan tersebut menyebutkan bahwa hanya karyawan dengan kewenangan tertentu yang dapat mengakses pesan pengguna.
Akses terhadap pesan hanya dapat dilakukan apabila perusahaan menerima permintaan resmi dari pihak berwenang atau menerima laporan pengguna terkait perilaku berbahaya di dalam platform.




