Trump Menolak Negosiasi dengan Iran, Siapkan Pengawalan Kapal di Selat Hormuz

erabaru.net
11 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (14 Maret) menyatakan bahwa kemungkinan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran telah dikesampingkan.

Ia juga memperingatkan bahwa jika Iran terus menyerang kapal dagang di Selat Hormuz, maka fasilitas minyak di Pulau Kharg dapat dihancurkan.

Sehari sebelumnya, pemerintah AS menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS bagi siapa saja yang memberikan informasi tentang 10 pejabat yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam, termasuk pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei. Langkah ini bertujuan menghancurkan kepemimpinan puncak rezim Iran.

AS Fokus pada Serangan Militer

Menurut laporan Reuters yang mengutip seorang pejabat Gedung Putih tanpa nama, Trump telah menolak kemungkinan negosiasi dan kini fokus pada opsi militer terhadap Iran.

Sementara itu, United States Central Command menyatakan bahwa pada Jumat  (13 Maret) malam militer AS telah melancarkan serangan terhadap Pulau Kharg, menghancurkan lebih dari 90 target militer Iran.

Ancaman Serangan ke Fasilitas Minyak Iran

Trump juga memperingatkan bahwa jika Iran terus menyerang kapal yang melintasi Selat Hormuz, Amerika Serikat akan langsung menyerang fasilitas minyak di Pulau Kharg.

Pulau tersebut merupakan terminal ekspor utama Iran, dengan sekitar 90% minyak Iran diekspor melalui pulau ini, dan sebagian besar di antaranya dikirim ke Tiongkok.

AS Siapkan Pengawalan Kapal

Ketika ditanya kapan kapal militer Amerika akan mulai mengawal kapal dagang yang melewati Selat Hormuz, Trump menjawab kepada wartawan: “Itu akan segera terjadi, sangat segera.”

Trump juga menulis di platform media sosialnya Truth Social: “Demi alasan tertentu yang masih memberi kesempatan, saya memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun jika Iran atau siapa pun mencoba mengganggu kebebasan navigasi kapal di Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan itu.”

Reaksi Warga Amerika terhadap Kenaikan Harga Bensin

Konflik dengan Iran telah menyebabkan kenaikan harga bensin di Amerika Serikat, dan warga memiliki pandangan yang berbeda.

Seorang warga Atlanta, Miles Mosley, mengatakan: “Itu harga pasar yang adil. Pasar bebas menentukan harga pada waktu tertentu. Harga sekarang seperti ini. Harga rendah itu adil, harga tinggi juga adil, semuanya ada alasannya.”

Warga Atlanta lainnya, Devon Savage, mengatakan: “Tidak ada yang benar-benar adil. Hidup memang tidak adil, Anda tahu maksud saya. Tapi dia adalah pemimpin dunia kita. Entah kita memilihnya atau tidak, kita harus bersatu dan menghormati keputusan yang ia buat sebagai pemimpin.”

Israel dan Lebanon Diperkirakan Menggelar Pembicaraan

Sementara itu, menurut laporan surat kabar Israel Haaretz pada Sabtu (14 Maret), Israel dan Lebanon diperkirakan akan mengadakan pembicaraan langsung dalam beberapa hari ke depan.

Amerika Serikat juga akan mengirim perwakilan, yaitu Jared Kushner, yang merupakan menantu Trump.

Pembicaraan tersebut akan fokus pada mengakhiri konflik di wilayah Lebanon serta melucuti persenjataan organisasi Hezbollah. 

Reporter NTD Television Qiu Yue dan Tian Yuan melaporkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Pertimbangkan Skema Karbon untuk Pendanaan Taman Nasional di Indonesia
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Instruksikan Satgas EBTKE Percepat Peralihan Energi Fosil, Antisipasi Pasokan
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Konflik Tanah Ulayat di Manggarai NTT, 2 Kelompok Adat Nyaris Perang Tanding
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Lalu Lintas Tol Trans Jawa H-5 Lebaran: Tol Japek-Cipali Ramai Lancar Siang Ini
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Ini Golongan Orang yang Lailatul Qadarnya Tertolak
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.