Usman Hamid Minta Presiden Prabowo Hindari Jalannya Pemerintahan yang Otoriter

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Kamis (11/9/2025). (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid meminta Presiden Prabowo Subianto menghindari jalannya pemerintahan yang otoriter dan sangat monolitik.

Salah satunya dengan bisa menerima setiap kritik atau masukan yang disampaikan siapa pun terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahannya.

Menurut Usman, jika tidak ada lagi kritik, maka Indonesia bukanlah negara demokrasi, melainkan negara yang otoriter.

"Kalau tidak ada kritik, kalau kritik dianggap kekacauan, lalu kita ingin meniadakan kritik-kritik semacam itu, atau mengkooptasi orang-orang yang suka mengkritik dengan segala pendekatan uang dan jabatan. Maka, kita bukan lagi negara demokrasi, melainkan negara otoriter, yang sangat monolitik,” ujar Usman dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Senin (16/3/2026).

“Tidak ada perbedaan pandangan atau kalau pun mau protes harus izin seperti di era Orde Baru. Jadi, saya kira ini yang harus kita hindari.”

Baca Juga: Pihak Jokowi Bantah Tekan Rismon, Roy Suryo: Bisa Aja Orang-Orang Ini Main Sinetron

Usman menegaskan, kekacauan yang terjadi penyebabnya bukan karena kritik. Dengan kata lain, ia menekankan bahwa kritik bukanlah sebuah kekacauan.

“Kritik justru memperlihatkan ada dinamika yang positif di dalam demokrasi Indonesia,” tutur Usman.

Oleh sebab itu, Usman meminta Presiden Prabowo berhenti menyampaikan pernyataan bersayap. Contohnya pernyataan Presiden Prabowo dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

“Presiden kembali mengatakan bahwa para pengkritiknya tidak patriotik dan presiden mengatakan nanti akan diterbitkan. Nah, jadi ada semacam persepsi bahwa kritik itu adalah kekacauan, sehingga harus ditertibkan,” ujar Usman.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • usman hamid
  • presiden prabowo subianto
  • pemerintahan otoriter
  • kasus air keras aktivis
  • aktivis disiram air keras
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cerita Warga Surabaya Mudik Lebih Awal ke Jambi demi Hindari Kepadatan
• 16 jam laludetik.com
thumb
Garmin Spy Pole & Sonar 360 Derajat: Revolusi Deteksi Ikan 2026
• 17 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jelang Mudik, Ombudsman Temukan Kendala Fasilitas Kesehatan di Terminal Bimoku
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
ASII dan ADRO Umumkan Rencana Buyback saat Pasar Bergolak, Cek Prospek Sahamnya
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Polisi: Andrie Yunus Diikuti Terduga Pelaku Penyiraman Sejak di Kantor YLBHI
• 52 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.