Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran ingin bernegosiasi di tengah meningkatnya ketegangan terkait jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu (15/3).
Trump mengklaim Iran sangat ingin membuka perundingan dengan AS, meski menurutnya Teheran belum siap memenuhi tuntutan yang diperlukan.
“Saya pikir mereka sangat ingin bernegosiasi, tetapi saya tidak yakin mereka siap melakukan apa yang harus mereka lakukan,” kata Trump, seperti dilansir AFP.
Trump juga mengatakan pemerintahannya sedang berbicara dengan sejumlah negara lain untuk membantu melakukan pengamanan di Selat Hormuz.
Ia menyebut langkah itu diperlukan di tengah ancaman serangan balasan dari Iran terhadap kepentingan AS di kawasan.
“Saya pikir mereka pada akhirnya akan bernegosiasi. Kami melakukan dengan sangat baik terkait seluruh situasi dengan Iran,” ujar Trump.
Sementara itu, menurut laporan ALJazeera, Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi kapal-kapal dari negara lain.
Namun, Teheran menyatakan jalur pelayaran tersebut tertutup bagi kapal yang berasal dari AS, Israel, serta sekutu mereka.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia, karena menjadi rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk ke pasar global.




