Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengajak sejumlah negara mengirimkan kapal perang untuk mengamankan Selat Hormuz dari blokade Iran. Permintaan ini disampaikan di tengah kekhawatiran kenaikan harga minyak karena Iran menutup akses selat tersebut.
Sejumlah negara yang diajak antara lain Cina, Korea Selatan, Prancis, Jerman, serta Jepang. Trump bahkan mengklaim negara-negara yang diajak telah memberikan respons positif, meski ada negara yang menolak.
"Mereka dihubungi hari ini dan tadi malam. Kami telah menerima beberapa tanggapan positif. Ada beberapa yang lebih memilih tidak terlibat,” katanya kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada hari Minggu (15/3) dikutip dari CNN.
Beberapa negara telah merespons permintaan Trump. Beberapa memutuskan tidak akan mengirim kapal perang, namun ada pula yang masih mengkaji ajakan tersebut. Berikut daftarnya:
Korea SelatanPemerintah Korea Selata masih berkomunikasi dengan AS soal permintaan ini. Kantor Kepresidenan Korsel mengatakan mereka akan segera mengambil keputusan usai ada peninjauan.
Australia tak akan mengirimkan kapal perang untuk membantu Trump membuka Selat Hormuz. Hal tersebut disampaikan Menteri Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Regional dan Pemerintah Daerah Australia Catherine King.
"Itu bukan sesuatu yang diminta atau akan kami sumbangkan," kata King pada Senin (16/3) dikutip dari Reuters.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyoroti perlunya membuka kembali Selat Hormuz untuk mengakhiri gangguan terhadap pelayaran global. Starmer juga akan berbicara dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney pada pertemuan hari ini.
JermanMenteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul memberikan sinyal bahwa Jerman tak akan terlibat dalam upaya pembukaan Selat Hormuz dengan menggunakan kapal perang. Ia menutup peluang Operasi Aspides yang digelar Uni Eropa untuk melindungi kapal di Laut Merah akan diperluas ke Selat Hormuz.
"Saya sangat skeptis bahwa memperluas Aspides ke Selat Hormuz akan memberikan keamanan yang lebih besar," kata Wadephul.
JepangPerdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan Jepang saat ini tidak berencana untuk mengirimkan kapal untuk mengawal kapal-kapal di Timur Tengah. Takaichi mengatakan, AS juga belum mengajukan permintaan.
"Kami terus meneliti apa yang dapat dilakukan Jepang secara mandiri dan apa yang dapat dilakukan dalam kerangka hukum,” kata Takaichi kepada parlemen Jepang pada Senin (16/3).




