Moskow (ANTARA) - Prancis bersama sejumlah negara lainnya tengah mengupayakan misi gabungan untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker yang akan melintasi Selat Hormuz, Iran.
Upaya itu dilakukan di tengah eskalasi di Timur Tengah, menurut laporan Financial Times, Minggu (15/3), mengutip diplomat Prancis yang tidak bersedia disebutkan namanya.
"Kami bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker melintasi Selat Hormuz," kata diplomat itu seperti dikutip oleh surat kabar tersebut.
Namun, dia tidak mengungkapkan siapa saja mitra yang dimaksud.
Sumber tersebut menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot akan membahas inisiatif itu dengan rekan-rekan mereka di Uni Eropa pada Senin.
Pada Sabtu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Pada Kamis, Menteri Pertahanan Prancis Catherine Vautrin mengatakan bahwa pemerintah Prancis tidak berencana untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah eskalasi di kawasan tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Eskalasi ketegangan di sekitar wilayah Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Blokade juga telah memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: AS akan umumkan koalisi kawal kapal lintasi Selat Hormuz
Baca juga: Dubes Iran: Selat Hormuz dibuka untuk negara yang patuhi protokol
Upaya itu dilakukan di tengah eskalasi di Timur Tengah, menurut laporan Financial Times, Minggu (15/3), mengutip diplomat Prancis yang tidak bersedia disebutkan namanya.
"Kami bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk memastikan jalur aman bagi kapal tanker melintasi Selat Hormuz," kata diplomat itu seperti dikutip oleh surat kabar tersebut.
Namun, dia tidak mengungkapkan siapa saja mitra yang dimaksud.
Sumber tersebut menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot akan membahas inisiatif itu dengan rekan-rekan mereka di Uni Eropa pada Senin.
Pada Sabtu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Pada Kamis, Menteri Pertahanan Prancis Catherine Vautrin mengatakan bahwa pemerintah Prancis tidak berencana untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz di tengah eskalasi di kawasan tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.
Eskalasi ketegangan di sekitar wilayah Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Blokade juga telah memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: AS akan umumkan koalisi kawal kapal lintasi Selat Hormuz
Baca juga: Dubes Iran: Selat Hormuz dibuka untuk negara yang patuhi protokol





