Kasus Andrie Yunus Picu Sorotan Peredaran Air Keras, Perlu Diperketat?

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Safaruddin diminta tanggapan soal marak penyalahgunaan air keras. Belakangan, air keras kerap dipakai untuk tindak kejahatan.

Terbaru, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam di Jakarta Pusat.

Safaruddin menyebut, pihaknya akan mengkaji kemungkinan pengetatan peredaran air keras menyusul kasus penyiraman terhadap aktivis HAM Andrie Yunus.

Safaruddin mengatakan wacana tersebut masih akan dianalisis terlebih dahulu karena air keras juga memiliki berbagai kegunaan di masyarakat.

“Tapi kan nanti kita lihat perkembangannya, kan seberapa jauh sih air keras itu digunakan untuk kejahatan. Tapi kan keberadaan air keras kan diperlukan juga untuk masyarakat, ya kan? Tapi nanti kita lihat lah. Itu belum sampai ke situ. Kalaupun ada, kan bukan dari Komisi III nanti, mitranya bukan dari Komisi III,” kata Safaruddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/3).

Ia menambahkan usulan pengetatan penjualan air keras juga menjadi masukan yang akan dipelajari lebih lanjut.

“Ya, itu masukan dari wartawan, nanti kita analisa seperti apa,” ujarnya.

Kasus Andrie Yunus

Safaruddin yang juga mantan Kapolda ini turut menanggapi kekhawatiran publik agar penanganan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus tidak berlarut-larut seperti kasus serupa yang menimpa Novel Baswedan pada 2017.

“Mudah-mudahan tidak. Karena kan ini dari CCTV juga sudah ada, ya. Banyak bukti-bukti yang sudah didapatkan oleh Polri. Saya kira dalam waktu dekat akan kita lihat. Kalau nggak kan pasti kita akan panggil Kapolri seperti apa kendalanya,” ucap dia.

Ia menegaskan aparat penegak hukum harus mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tersebut, tidak hanya pelaku di lapangan.

“Ya itu tadi kan kita minta supaya tidak hanya pelaku, aktor intelektualnya, pelakunya, dan yang membantu,” kata Safaruddin.

Rentetan Kasus Penyalahgunaan Air Keras

Serangan menggunakan air keras beberapa kali terjadi di Indonesia. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian publik adalah penyiraman terhadap eks penyidik KPK Novel Baswedan pada 2017 yang menyebabkan kerusakan permanen pada matanya.

Kasus penyiraman air keras terhadap Novel menjadi salah satu yang paling menyita perhatian publik.

Peristiwa itu terjadi pada 11 April 2017 di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, setelah Novel pulang dari salat Subuh. Dua orang pelaku yang berboncengan motor menyiramkan air keras ke wajahnya.

Pada 2020, dua anggota polisi akhirnya divonis bersalah oleh pengadilan.

Kasus lain yang sempat menarik perhatian publik terjadi di Yogyakarta, ketika seorang mahasiswi bernama Natasya Hutagalung disiram cairan asam oleh mantan pacarnya.

Motif serangan dilatarbelakangi persoalan hubungan pribadi setelah pelaku tidak menerima putusnya hubungan mereka. Korban mengalami luka serius pada wajah dan tubuh.

Kasus ini memperlihatkan bahwa serangan air keras tidak selalu berkaitan dengan konflik besar atau politik, tetapi juga sering muncul dari kekerasan berbasis relasi pribadi.

Serangan serupa juga pernah terjadi dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga di Sukabumi, Jawa Barat.

Seorang suami menyiramkan cairan asam kepada istrinya setelah terjadi konflik rumah tangga. Korban mengalami luka bakar serius pada bagian tubuh dan wajah.

Peristiwa ini menambah daftar kasus penggunaan cairan korosif sebagai alat kekerasan dalam konflik domestik.

Kasus terbaru menimpa Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal di Jalan Salemba I, Jakarta.

Serangan terjadi saat Andrie melintas di jalan tersebut pada malam hari. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka bakar sekitar 24 persen di tubuhnya, dengan kondisi paling parah pada bagian mata kanan.

Kasus ini memicu reaksi luas dari berbagai pihak, termasuk Komisi III DPR, yang mendesak kepolisian segera mengungkap pelaku.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Makassar Hari Ini 16 Maret
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gramedia Gelar Ramadan Berkah Market, Sinar Mas Serahkan Wakaf 600 Al-Qur’an
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Richarlison selamatkan Spurs dari kekalahan kontra Liverpool
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Link CCTV Jalan Tol Mudik Lebaran 2026, Ini Cara Ceknya
• 2 jam laludetik.com
thumb
Kopra by Mandiri Pertahankan Gelar Best Trade Finance Provider in Indonesia 2026
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.