Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, memastikan operasional fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan terus dipantau di tengah polemik yang masih disuarakan warga terkait kualitas udara di sekitar lokasi.
Pramono mengatakan, Pemprov DKI menetapkan target pengolahan sampah di RDF Rorotan mencapai 1.000 ton per hari.
Namun, kapasitas tersebut tidak akan dipaksakan jika dinilai melampaui ambang batas yang ditetapkan.
“Kalau ambang batasnya terlampaui, maka saya minta untuk diturunkan kembali,” kata Pramono saat menjawab pertanyaan wartawan usai menyerahkan 26 unit program bedah rumah di Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
Menurut Pram, penerimaan dari masyarakat menjadi pertimbangan utama dalam pengoperasian fasilitas pengolahan sampah tersebut.
Oleh karena itu, volume sampah yang diolah saat ini masih dijaga di bawah target maksimal.
Pramono menyebut saat ini jumlah sampah yang diangkut dan diproses di RDF Rorotan relatif berada di kisaran 700 hingga 800 ton per hari.
“Relatif sekarang ini selalu bertahan di angka antara 700–800 ton,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang masih dibenahi adalah sistem pengangkutan sampah menuju fasilitas tersebut.
Pemprov DKI Jakarta saat ini terus melakukan perbaikan agar proses pengangkutan menjadi lebih baik.
“Persoalannya memang salah satunya adalah pengangkutan. Dan pengangkutan sudah tertangani lebih baik,” kata Pram.
Pramono berharap setelah berbagai perbaikan dilakukan, fasilitas RDF Rorotan dapat segera beroperasi secara normal dengan kapasitas pengolahan yang ditargetkan mencapai 1.000 ton sampah per hari.





