JAKARTA, DISWAY.ID - Teror terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memicu keprihatinan luas dari berbagai kalangan.
Peristiwa yang terjadi pada 13 Maret 2026 itu meninggalkan luka bakar serius pada sejumlah bagian tubuh korban, termasuk wajah dan mata.
BACA JUGA:Bus PO Haryanto Ugal-ugalan di Tol Batang, Gunting Lajur Kanan Sebabkan Lima Mobil Kecelakaan Beruntun
BACA JUGA:Proyek Abadi Masela Capai Progres 25 Persen, Pemerintah Kejar Final Investment Decision
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menjadi salah satu tokoh yang secara terbuka mengecam tindakan tersebut.
Saat membuka seminar bertajuk Smart Journalism di Jakarta, Minggu,15 Maret 2026, Hetifah menyampaikan bahwa kekerasan terhadap aktivis tidak boleh terjadi di negara demokrasi.
Saya ingin menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang menimpa sahabat kita Andrie Yunus, aktivis KontraS,” ujar Hetifah di hadapan peserta seminar yang seluruhnya jurnalis.
BACA JUGA:3 Titik Rawan Kecelakaan saat Mudik Lebaran 2026 Wajib Diwaspadai, Awas Jalur-Jalur Arteri
Dia menilai aksi penyiraman air keras oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya merupakan tindakan brutal yang tidak bisa dibenarkan. Menurutnya, serangan terhadap aktivis yang menyuarakan kepentingan publik menunjukkan masih besarnya risiko yang dihadapi masyarakat sipil ketika menjalankan fungsi kontrol sosial.
Pengalaman Hetifah sebagai mantan aktivis organisasi non-pemerintah membuatnya memahami tekanan yang sering dihadapi para pegiat advokasi. Ia mengatakan perjuangan memperjuangkan hak-hak masyarakat kerap disertai ancaman yang nyata.
Sebagai mantan aktivis NGO, saya memahami bahwa upaya menyuarakan hak masyarakat masih menghadapi risiko yang besar,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Hetifah juga menyoroti posisi jurnalis yang kerap menghadapi ancaman ketika menjalankan tugasnya. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai penjaga demokrasi.
Teman-teman jurnalis adalah pilar demokrasi yang harus kita lindungi,” pesan Hetifah.
BACA JUGA:Tadi Pagi Melemah saat Pembukaan, IHSG Sesi Siang Masih Loyo
Kecaman serupa juga disampaikan Forum Alumni Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melalui juru bicaranya, Ridha Saleh. Mereka menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap pembela hak asasi manusia sekaligus ancaman serius bagi kebebasan sipil di Indonesia.
- 1
- 2
- »





