Ketua Satuan Tugas Percepatan Pembangunan Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan, program pembangunan perumahan tidak hanya ditujukan bagi masyarakat kelas menengah ke atas.
Menurut Hashim, masyarakat berpenghasilan rendah juga membutuhkan rumah sebagai kebutuhan dasar.
"Ada kesan bahwa yang dapat perumahan ini kelas menengah ke atas. Tapi sesungguhnya yang membutuhkan bukan hanya kelas menengah ke atas, tapi juga yang di bawah kelas menengah," ujar Hashim dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian untuk Mendukung Program 3 Juta Rumah di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (16/3).
Hashim mengatakan, kebutuhan akan perumahan yang adil bagi seluruh masyarakat menjadi salah satu alasan dibentuknya Satgas Percepatan Pembangunan Perumahan.
Menurut dia, upaya tersebut sejalan dengan nilai keadilan sosial yang tercantum dalam Pancasila.
"Sekarang dengan program yang kita saksikan hari ini, kita wujudkan hari ini, kita mulai hari ini, kita menuju ke Sila Kelima yang supaya rakyat kita betul-betul merasakan manfaat nyata daripada kehadiran Pancasila sebagai ideologi negara," kata Hashim.
"Jangan hanya omon-omon aja. Ya, omon-omon, omon-omon. NATO, no action talk only," paparnya.
Hashim juga menyinggung stanza kedua lagu Indonesia Raya yang menurutnya menekankan pentingnya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Maka stanza kedua yang saya perhatikan dan saya hayati, itu pada intinya bahwa pendiri bangsa kita ingin Indonesia bahagia. Indonesia merdeka sudah, Indonesia bahagia ini yang saya berapa kali ketemu Presiden, selalu kita mau wujudkan Indonesia bahagia," jelasnya.





