Polisi Masih Dalami Dua Orang Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan terkait insiden penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi kejadian, bahwa terekam dua orang yang berboncengan sebelum melakukan penyiraman air keras terhadap Andrie.

Dari rekaman CCTV tersebut, polisi kini masih mendalami kedua sosok tersebut.

"Kebetulan kami masih mendalami yang dua orang tersebut yang terekam CCTV," ucap Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, Senin (16/3/2026).

Selain itu, sambung Iman, Polisi juga masih melakukan uji laboratorium forensik dari beberapa barang bukti dari hasil tempat kejadian perkara (TKP).

"Mudah-mudahan dtemukan dari sidik jari pelaku, kemudian juga DNA dari pelaku yang menempel di helm," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal.

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, korban mengalami luka pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.

Dimas mengungkapkan, peristiwa ini terjadi setelah Andrie Yunus melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB.

"Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen," jelas Dimas. (aha/iwh)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tim Advokasi: Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras Adalah Percobaan Pembunuhan Berencana
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Potret Invasi Darat Israel ke Negara Arab, Timur Tengah Makin Panas
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polda Kalsel Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemerintah Percepat Proyek Gas Abadi Masela Senilai Rp339 Triliun, Targetkan Segera Masuk Tahap Investasi Akhir
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Tegaskan Tanah BUMN Milik Rakyat, Tidak Boleh Dijual dengan Harga Pasar
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.