Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Flores Timur
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ekasapta, Muhammad Rizky Syamsul, memastikan informasi yang beredar di media sosial terkait melubernya limbah dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Berdasarkan pantauan awak media TVRINews pada Senin 16 Maret 2026, di lokasi SPPG yang berada di Kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, tidak ditemukan adanya kebocoran instalasi pembuangan limbah seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Muhammad Rizky juga menegaskan bahwa SPPG Ekasapta tidak tutup sementara akibat persoalan IPAL. Menurutnya, penghentian layanan hanya karena hari libur nasional.
"Kami pastikan SPPG tidak tutup sementara akibat IPAL, namun tutup karena hari libur nasional. Kemungkinan pada 31 Maret seluruh SPPG di Indonesia akan kembali melakukan pelayanan," ujarnya kepada TVRINews, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sistem pengolahan limbah di SPPG Ekasapta telah berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Jasa Boga dengan Nomor DPMPTSP.500.16.7.4/05/SLHS/2025 yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Terkait pengelolaan limbah, Rizky menyebut bahwa limbah IPAL secara rutin disedot oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Flores Timur sebanyak tiga kali dalam satu minggu.
Di sisi lain, pihaknya juga tengah berupaya meningkatkan kapasitas penampungan limbah, seiring dengan bertambahnya jumlah penerima manfaat program.
"Kami juga sedang memperbesar kapasitas penampung limbah seiring penambahan jumlah penerima manfaat," ucapnya.
Saat ini, SPPG Ekasapta melayani sebanyak 3.176 penerima manfaat di berbagai sekolah di wilayah tersebut. Rizky menyampaikan apresiasi atas masukan masyarakat yang dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat atas masukan dan koreksi demi terciptanya mutu pelayanan bagi 3.176 penerima manfaat di setiap sekolah. Kami juga akan terus membangun koordinasi dengan masyarakat dan pihak kelurahan setempat," ungkapnya.
Editor: Redaksi TVRINews





