Nenek Buta Memungut Sampah dengan Mendengar Suara Demi Mengobati Anaknya

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

(Kisah Renungan Kehidupan dari Orang Biasa dengan Makna Luar Biasa)

Pada 26 September 2013, sebuah tulisan di forum Rednet berjudul
“Ibu Buta Berusia 74 Tahun Memungut Sampah dengan Mendengar Suara untuk Mengobati Anaknya, Sehari Hanya Mendapat Dua Yuan”
mengundang perhatian dan keharuan para warganet.

Tulisan tersebut menampilkan sejumlah foto yang memperlihatkan kehidupan miskin Li Fangzhi dan putranya.

Rumah mereka terbuat dari kayu, sangat sederhana dan sudah rusak. Di dalam rumah tampak berantakan dan penuh keterbatasan.

Dalam foto itu terlihat Li Fangzhi memikul karung penuh sampah di punggungnya sambil berjalan di jalanan. Tubuhnya kurus dan tampak sangat renta.

Putranya, Wang Aiyong, berdiri di depan rumah papan mereka dengan wajah kosong dan pipi yang sangat tirus.

Kehidupan yang Penuh Penderitaan

Li Fangzhi yang kini berusia 74 tahun tinggal di Desa Baishexi, Kota Lifuta, Kabupaten Sangzhi, Provinsi Hunan.

Suaminya meninggal lebih dari 20 tahun yang lalu.

Dalam hidupnya, ia pernah memiliki enam orang anak, tetapi lima di antaranya telah meninggal dunia:

Kini hanya tersisa satu anak laki-lakinya, Wang Aiyong, yang menderita tumor pada tulang leher dan telah lama terbaring sakit di tempat tidur.

Kesedihan yang berkepanjangan membuat Li Fangzhi hampir kehilangan penglihatannya.
Kini matanya hanya mampu merasakan sedikit cahaya.

Pemerintah setempat memasukkan keluarga mereka dalam program bantuan sosial, sehingga setiap bulan mereka menerima 280 yuan untuk biaya hidup.

Namun biaya pengobatan Wang Aiyong mencapai sekitar 600 yuan per bulan.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Li Fangzhi setiap hari keluar rumah untuk memungut sampah yang bisa dijual.

Memungut Sampah dengan Mendengar Suara

Tidak ada yang dapat membayangkan penderitaan yang telah dialami oleh ibu tua ini.

Ia membawa keranjang di punggungnya dan memegang sebilah pisau melengkung.
Karena ia hampir tidak bisa melihat, ia menggunakan pisau itu untuk memukul-mukul tumpukan sampah.

Dari suara yang dihasilkan, ia mencoba menebak mana barang bekas yang masih memiliki nilai jual.

Dengan cara itulah ia memungut sampah setiap hari.

Penghasilannya sangat kecil.

Ia sendiri mengatakan bahwa sehari ia hanya bisa mendapatkan sekitar dua yuan.

Karena biaya pengobatan anaknya terus berjalan, ia juga harus sering meminjam uang.
Hingga saat itu, ia telah menanggung utang lebih dari 7.000 yuan.

Bagi Li Fangzhi, hidup dan mati seolah sudah tidak memiliki batas lagi.
Semua penderitaan telah ia lalui.

Kisah yang Menggetarkan Hati Banyak Orang

Kisah ini membuat banyak warganet merasa sangat tersentuh.

Beberapa komentar yang muncul antara lain:

Kunjungan Wartawan

Pada 27 September, seorang wartawan menghubungi pemerintah Kota Lifuta.

Bersama Wakil Sekretaris Pemerintah Kota, Wang Wenke, mereka mengunjungi rumah Li Fangzhi.

Ketika berbicara tentang kondisi putranya, Li Fangzhi berkata dengan dialek setempat:

“Sekarang kondisi anak saya sudah sedikit lebih baik. Ia sudah bisa turun dari tempat tidur dan berjalan, tetapi masih harus menjalani pengobatan. Karena itu saya harus terus memungut barang bekas untuk mendapatkan uang.”

Ketika ditanya di mana biasanya ia memungut sampah, ia menjawab:

“Biasanya di desa tetangga atau di kota kecil. Saya hanya mengetuk-ngetuk sampah dengan pisau, lalu dari suaranya saya tahu mana yang bisa dijual.”

Menurut Sekretaris Wang, kondisi keluarga Li Fangzhi memang sangat miskin seperti yang diberitakan di internet.

Meskipun mereka telah menerima bantuan hidup minimum, masalah terbesar tetaplah biaya pengobatan.

Pemerintah sebenarnya ingin memasukkan mereka ke dalam program bantuan medis untuk penyakit berat, tetapi program tersebut mensyaratkan pasien harus membayar sendiri 10.000 yuan terlebih dahulu, sesuatu yang sama sekali tidak mampu mereka lakukan.

Sekretaris Wang berkata dengan nada penuh keprihatinan:

“Sebagian orang tidak punya uang untuk berobat di rumah sakit. Tetapi ada juga orang yang bahkan tidak punya uang untuk masuk ke rumah sakit sekalipun.”

Ia menambahkan bahwa pemerintah kota saat ini tidak memiliki program lain yang bisa membantu mereka secara signifikan.

Kadang-kadang ketika Li Fangzhi datang ke kantor pemerintah, mereka hanya bisa memberikan bantuan kecil beberapa ratus yuan.

Karena itu, mereka berharap lebih banyak orang baik yang mau membantu keluarga ini.

Kasih Ibu yang Menggetarkan Dunia

Di dunia ini, kata yang paling agung mungkin adalah “ibu”.

Kita sering kali tidak mampu membayangkan betapa luas makna yang terkandung di dalam kata itu.

Dengan sisa pendengarannya, Li Fangzhi memungut sampah dari jalanan demi mendapatkan uang untuk mengobati anaknya yang telah lama terbaring sakit.

Ibu tua yang telah memasuki usia senja ini menyentuh hati begitu banyak orang.

Sumbangan dari berbagai tempat mulai berdatangan, sebagai bentuk penghormatan dan kekaguman kepada seorang ibu yang luar biasa.

Perkembangan Terbaru

Setelah kisah Li Fangzhi mendapat perhatian luas, berbagai pihak memberikan bantuan.

Total donasi yang terkumpul mencapai sekitar 160.000 yuan.

Selain itu, Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Kabupaten Sangzhi juga memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi ibu buta berusia 74 tahun tersebut. (jhon)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
500 Nama Anak Perempuan Inggris Cantik Huruf A Sampai Z!
• 8 jam lalutheasianparent.com
thumb
KKP Segel Pemanfaatan Ruang Laut Ilegal Seluas 30 Hektare di Gresik
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Mendikdasmen Ubah Kebijakan Tugas Siswa: Tak Lagi LKS, Kini Wajib Membaca Buku
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Link Live Streaming Liverpool Vs Tottenham, Kick-Off Malam Ini Jam 23.30 WIB
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Nyepi dan Idulfitri 2026, Menteri PANRB Tinjau Kesiapan Layanan Sektor Kesehatan
• 27 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.