Jakarta: Polda Metro Jaya menyebut pelaku penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus merupakan sosok yang terlatih. Hal tersebut lantaran terduga pelaku tampak tenang dalam melakukan aksi penyiraman air keras ke wajah hingga tubuh aktivis KontraS itu.
"Kemudian apakah jaringannya sudah terlatih? Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku ini memang memiliki ketenangan dalam melakukan apa, perjalanan dari mulai satu titik ke titik yang lain pada saat menjelang-menjelang kejadian," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Baca Juga :
Usai Siram Air Keras, 4 Terduga Pelaku Berpencar di Kalibata hingga Bogor"Kemudian setelah kejadian mereka dari dua motor ini masing-masing dengan kecepatan atau perilaku yang lebih dari yang sebelumnya ya," ungkap Iman.
Konferensi pers penanganan kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus. Foto: Metro TV/Aris Setya
Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026 malam. Peristiwa itu terjadi saat Andrie dalam perjalanan pulang setelah menghadiri acara podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Akibat penyiraman air keras itu, Andrie mengalami trauma asam, luka bakar pada bagian wajah, lengan, batang tubuh, dan kedua anggota gerak lainnya. Diduga kejahatan ini dilakukan empat terduga pelaku yang kini tengah diburu aparat kepolisian.




