Panggung ambisius Oscar 2026 yang digelar pada Senin (16/3) waktu Indonesia berubah jadi momen bersejarah. Kategori Best Live-Action Short Film mencatat hasil imbang, dengan dua film membawa pulang Piala, yaitu The Singers (Netflix) dan Two People Exchanging Saliva (Canal+/The New Yorker).
Sepanjang sejarah Oscar, hasil imbang sangat jarang terjadi. Hingga tahun ini, tercatat hanya ada tujuh kali hasil imbang di semua kategori sepanjang sejarah.
Terakhir kali terjadi pada tahun 2013 untuk kategori Best Sound Editing (Skyfall dan Zero Dark Thirty). Khusus kategori Film Pendek, fenomena ini pernah terjadi 30 tahun lalu, tepatnya pada 1995.
Sutradara The Singers, Sam A. Davis, naik ke panggung dengan ekspresi yang campur aduk antara terkejut dan bahagia. Ia mengaku tidak menyangka bahwa dua film bisa menang sekaligus.
"Wow. Saya tidak tahu ada hal seperti ini, sebuah hasil imbang. Tapi saya sangat senang bisa berada di sini," ujar Davis dalam pidato kemenangannya, dilansir Deadline.
Dalam pidatonya, Davis menyampaikan pesan tentang tujuan filmnya dibuat.
"The Singers sebuah cerita sederhana tentang kekuatan musik dan seni untuk menyatukan kita di saat dunia yang kita tinggali ini terasa semakin terisolasi. Semoga kita terus mencari keindahan di tempat yang tak terduga, dan semoga kita semua cukup berani untuk terus bernyanyi," tuturnya.
Dukungan untuk Karya yang UnikTak lama setelah Davis, tim dari Two People Exchanging Saliva mengambil alih mikrofon. Sutradara Alexandre Singh dan produser Natalie Musteata menyampaikan rasa hormat mereka di podium tersebut.
"Terima kasih... Kami sangat senang bisa berbagi Oscar ini dengan The Singers,” kata Natalie Musteata dengan senyum lebar.
"Kami mencintai semua rekan nominasi dan kami sangat berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung dan membuat film ini," ujar Natalie.
Momen dua pidato dalam satu kategori ini tentu memakan waktu lebih lama dari biasanya. Hal ini tidak luput dari komentar jenaka sang presenter, aktor Kumail Nanjiani.
"Ironis ya, Oscar untuk kategori film pendek (short film) malah memakan waktu speech dua kali lebih lama," tutur Kumail.





