jpnn.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya menduga jumlah pelaku penyiraman air keras ke Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus berjumlah empat orang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menyebut empat pelaku memakai dua sepeda motor berbeda untuk membuntuti Andrie sebelum eksekusi menyiram air keras.
BACA JUGA: Polisi Masih Cari Identitas Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor," kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3).
Alumnus Akpol 2002 itu mengatakan empat terduga pelaku sudah menunggu Andrie di restoran cepat saji terdekat sebelum melancarkan aksi.
BACA JUGA: Penyiraman ke Aktivis KontraS Dianggap Tak Sesuai Agenda Prabowo untuk Menjunjung HAM
"Menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1,” ujar Iman.
Iman menduga pelaku mulai mengikuti korban setelah Andrie menyelesaikan kegiatan di kantor YLBHI, Jakarta Pusat.
BACA JUGA: Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Polri Harus Berikan Kinerja Terbaik
Menurutnya, korban sempat berhenti mengisi bahan bakar di SPBU Cikini sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Namun, para pelaku terlihat berada di area SPBU dan menunggu momen untuk melakukan aksi penyiraman.
Selanjutnya, serangan penyiraman air keras terhadap Andrie terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.
Iman mengatakan rekaman kamera pengintai yang diperoleh penyidik amat membantu proses pengungkapan kasus.
"Kami memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas, sehingga ini sangat membantu proses penyelidikan dan penyidikan,” ujar dia.
Penyelidikan kepolisian mengungkap para pelaku yang berboncengan dengan dua motor berpencar setelah aksi penyiraman.
Sepeda motor pertama yang dikendarai terduga pelaku pertama dan kedua melawan arus di Jalan Salemba menuju Senen, lalu bergerak ke Jalan Kramat Raya, menuju Tugu Tani, dan selanjutnya ke arah Stasiun Gondangdia.
Sementara itu, satu sepeda motor lain yang dikendarai terduga pelaku ketiga dan keempat bergerak lurus dari lokasi kejadian menuju Jalan Pramuka Sari II ke arah Matraman, kemudian ke wilayah Jatinegara hingga Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur. (ast/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




