Waka BGN Suspend 2 SPPG Milik Orang yang Ngaku "Cucu Menteri"

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyampaikan keterangan saat konferensi pers di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, men-suspend dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik orang yang mengaku "cucu menteri". Hal ini terkait Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara, di Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).

Yayasan tersebut selama berbulan-bulan menekan dua Kepala SPPG yang direkrut sebagai perwakilan BGN, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan. Yayasan disebut mengintimidasi mereka.


"Hentikan! Kalau perlu selamanya, kalau mereka tidak menunjukkan perbaikan sikap mereka kepada Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan," kata Nanik, dikutip Senin (16/3/2026).

Yayasan ini, juga disinyalir telah merekayasa pembelian bahan pangan. Dari budget Rp 10 ribu per porsi untuk pembelian bahan pangan yang ditetapkan BGN, mereka hanya membelanjakan Rp 6.500 per porsi.

Akibatnya kedua Kepala SPPG itu kerap harus nombok, alias menutup kekurangan belanja dari kantong pribadi. Ini agar menu terlihat pantas.

Perbuatan pemilik Yayasan yang menaungi SPPG itu, kata Nanik, sungguh tidak manusiawi dan tidak pantas. Selama ini kedua Kepala SPPG itu terus ditekan dan ditakut-takuti, bahwa akan didatangkan polisi atau pengacara, jika tidak mengikuti kemauan Yayasan.

"Bahkan, semua relawan dan sekolah penerima manfaat pun diminta tanda tangan untuk mengusir kedua Kepala SPPG itu," tambahnya.

Inspeksi langsung juga dilakukan BGN. Nanik menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro bersama Tenaga Ahli Utama Waka BGN bidang Media, Hanibal Wijayanta, untuk melakukannya secara langsung.

Tim sidak menemukan kondisi dapur yang belum memenuhi ketentuan petunjuk teknis maupun SOP (standard operational procedure) SPPG. Diantaranya, lantai dapur yang mengelupas, dinding-dinding dapur yang kotor, keropos dan berjamur, ruang pemorsian yang tidak layak dan tidak ber-AC, tidak ada ruang istirahat, serta locker yang seadanya dan tidak terpisah.

Sementara itu, pengecekan dengan menteri yang disebut juga dilakukan. Namun fakta yang dipaparkan tak terbukti.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: 24 Ribu SPPG Se-Indonesia Dapat Insentif Rp6 Juta per Hari

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
25 Hari Bulan Ramadhan, Pengguna Commuter Line Jabodetabek Capai 24,2 Juta Orang
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Taekwondo NTT Fokus Pembenahan Internal Menjelang PON 2028
• 31 menit lalutvrinews.com
thumb
Garmin Spy Pole & Sonar 360 Derajat: Revolusi Deteksi Ikan 2026
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Rekrutmen Guru Labschool UNJ Dibuka sampai 21 Maret 2026, Ini Syarat dan Formasi yang Dibutuhkan
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Polres Nagan Raya Tangkap Enam Pencuri 1,1 Ton Kelapa Sawit
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.