FAJAR, JAKARTA – Sejumlah anggota DPR RI mulai menyuarakan sikap mereka terkait wacana pemotongan gaji legislator. Langkah ini muncul sebagai upaya untuk menyelamatkan anggaran negara yang saat ini tengah tertekan akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Wacana efisiensi ini sebelumnya diungkapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Beliau merujuk pada langkah penghematan yang dilakukan oleh Pakistan, di mana negara tersebut memotong gaji anggota kabinet dan parlemen demi menjaga stabilitas keuangan negara.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Golkar di DPR RI, Sarmuji, menyatakan kesiapannya jika negara memang membutuhkan pengorbanan dari para wakil rakyat.
“Jika negara membutuhkan, kami siap dipotong gaji. Ini sebuah ikhtiar simbolis bahwa kami peka terhadap keadaan dan siap menyesuaikan diri,” ujar Sarmuji, Senin (16/3/2026).
Sarmuji meyakini bahwa pemerintah telah memiliki kalkulasi yang mendalam sebelum melontarkan wacana efisiensi pada pos-pos tertentu demi menjaga keseimbangan APBN. Ia pun menekankan pentingnya persiapan teknis dalam menghadapi situasi ekonomi saat ini.
“Pemerintah harus sudah melakukan simulasi tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan,” tambahnya.
Senada dengan Sarmuji, Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, juga menyatakan kepatuhannya terhadap keputusan pemerintah terkait langkah-langkah efisiensi anggaran negara ke depan. (jpnn/*)




