Grid.ID - Drama China terbaru Love Story in the 1970s menghadirkan kisah romansa yang hangat dengan latar kehidupan masyarakat pada era 1970-an. Serial ini mengangkat cerita tentang perjuangan, mimpi, dan cinta sederhana di tengah tekanan realitas hidup.
Drama yang diadaptasi dari novel web Shi Yong Zhu Yi Zhe De Ai Qing karya Meng Zhong De Yi ini disutradarai oleh Chen Chang dan ditulis oleh Guo Shuang. Ceritanya memadukan unsur romansa dan kehidupan sehari-hari yang penuh perjuangan.
Tokoh utama dalam drama ini diperankan oleh Arthur Chen dan Sun Qian. Keduanya memainkan karakter yang tumbuh bersama melalui berbagai kesulitan hidup hingga perlahan menemukan cinta.
Drama Love Story in the 1970s dijadwalkan tayang perdana pada 21 Februari 2026 melalui platform streaming WeTV. Serial ini akan menghadirkan total 29 episode dengan penayangan setiap hari.
Cerita drama ini berfokus pada sosok Fei Ni, seorang pekerja pabrik topi yang memiliki semangat besar untuk melanjutkan pendidikan. Ia percaya bahwa ilmu pengetahuan dapat mengubah nasibnya dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Di sisi lain, Fang Mu Yang—teman SMP Fei Ni—menjadi sosok yang disegani setelah berani menyelamatkan seseorang hingga dirinya mengalami cedera. Peristiwa itu membuat Fei Ni merasa terpanggil untuk merawatnya.
Fei Ni berharap tindakan baiknya bisa membantunya mendapatkan rekomendasi untuk melanjutkan kuliah. Namun kenyataan tidak selalu berjalan sesuai harapan karena impian tersebut berulang kali kandas.
Tekanan hidup kemudian datang bertubi-tubi, termasuk masalah keluarga yang harus ia hadapi. Demi membantu kakaknya menyelesaikan persoalan tempat tinggal setelah menikah, Fei Ni pun mengambil langkah yang tidak biasa.
Ia mengusulkan kepada Fang Mu Yang untuk berpura-pura menikah agar mereka bisa berbagi tempat tinggal. Kesepakatan itu awalnya hanya dianggap sebagai solusi praktis atas masalah yang mereka hadapi.
Meski begitu, hubungan keduanya perlahan berkembang seiring waktu. Mereka akhirnya berhasil memiliki tempat tinggal sendiri dan hidup sebagai pasangan muda dengan kondisi yang sederhana.
Kehidupan mereka pun digambarkan dengan sangat realistis, termasuk saat harus tidur di ranjang bertingkat dan menjalani hari-hari dengan keterbatasan. Namun situasi tersebut justru membuat mereka semakin saling memahami.
Di tengah kesulitan ekonomi dan tekanan sosial pada era tersebut, Fei Ni dan Fang Mu Yang terus berusaha mengejar mimpi masing-masing. Mereka saling memberi semangat untuk tidak menyerah pada keadaan.
Hubungan yang awalnya hanya pernikahan pura-pura perlahan berubah menjadi kedekatan emosional yang tulus. Perjalanan itu menjadi inti dari kisah cinta sederhana yang ditampilkan dalam drama ini.
Drama ini tidak hanya menampilkan romansa, tetapi juga menggambarkan semangat generasi muda dalam memperjuangkan masa depan. Ceritanya menyoroti bagaimana mimpi dan cinta dapat tumbuh dari kehidupan yang biasa.
Dengan alur yang hangat dan realistis, Love Story in the 1970s menghadirkan kisah cinta yang lahir dari perjuangan hidup. Drama ini menjadi potret hubungan yang berkembang perlahan di tengah kerasnya realitas pada masa itu. (*)
Artikel Asli




