EtIndonesia. Pada Sabtu (14 Maret) dini hari, terjadi aksi protes publik yang sangat jarang terjadi di Kuba. Para demonstran anti-pemerintah menyerang sebuah kantor Partai Komunis di kota Morón, di wilayah tengah Kuba, sambil meneriakkan slogan “Kebebasan!”.
Aksi ini disebut sebagai protes terbesar di Kuba sejak Fidel Castro mengambil alih kekuasaan pada tahun 1959.
Dipicu Pemadaman ListrikKerusuhan ini dipicu oleh pemadaman listrik yang meluas.
Para pengunjuk rasa mengeluarkan perabot dan berbagai barang dari kantor Partai Komunis pemerintah kota Morón, lalu membakarnya di jalanan.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan orang-orang melempar batu ke jendela sebuah gedung sambil meneriakkan “Kebebasan!”
Dari Demonstrasi Damai Menjadi KerusuhanMenurut laporan surat kabar Kuba Invasor, pada Jumat (13 Maret) malam di Morón, sebuah aksi protes terhadap pemadaman listrik dan kekurangan makanan awalnya berlangsung secara damai.
Namun pada Sabtu dini hari, situasi berubah menjadi bentrokan kekerasan.
Para demonstran juga menyerang beberapa lembaga milik negara, termasuk: sebuah apotek dan sebuah pasar milik pemerintah.
Sejak Januari tahun ini, setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, tekanan terhadap Kuba juga meningkat.
Selama ini Venezuela merupakan sekutu dan pendukung ekonomi utama Kuba.
Presiden AS Donald Trump memutus pasokan minyak Venezuela ke Kuba dan memperingatkan bahwa negara mana pun yang menjual minyak ke Kuba akan dikenai tarif tambahan.
Krisis minyak ini memperparah kekurangan yang sudah lama terjadi di Kuba, termasuk:
- makanan
- bahan bakar
- listrik
- obat-obatan
Kondisi tersebut akhirnya memicu kemarahan masyarakat dan gelombang protes.
Protes Meluas di HavanaDalam seminggu terakhir, di ibu kota Kuba Havana, sejumlah warga terlihat memukul panci dan wajan (cacerolazo) sebagai bentuk protes terhadap pemadaman listrik berkepanjangan.
Trump: Kuba “Sudah di Ujung Jalan”Pada Sabtu pekan lalu (7 Maret), Presiden Trump dalam pertemuan pemimpin Amerika Latin Shield of the Americas Summit menyatakan:“Kuba sudah berada di ujung jalan,”
dan ia berharap akan terjadi perubahan besar di negara itu.
Pemerintah Kuba pada Jumat menyatakan bahwa mereka telah memulai negosiasi dengan Amerika Serikat untuk mencoba meredakan krisis.
Reporter Televisi NTD, Li Qingyi dan Zhang Ruiqi melaporkan.





