JAKARTA, KOMPAS.com - Puing-puing pabrik konveksi yang terbakar Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat masih berserakan menutupi jalan gang, Senin (16/3/2026).
Gedung empat lantai tersebut hangus dan ambruk menimpa rumah-rumah warga di sekitarnya.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, sisa-sisa material bangunan yang hangus masih berserakan.
Salah satu akses jalan warga di dalam gang tersebut lumpuh tertutup reruntuhan puing tembok, balok kayu, atap seng yang bengkok, serta gundukan abu sisa kebakaran.
Baca juga: Gedung Konveksi di Tambora Terbakar, 62 Warga Mengungsi dan 5 Petugas Damkar Terluka
Dinding gedung konveksi yang tersisa tampak menghitam pekat setelah hangus terbakar api.
Garis polisi berwarna kuning membentang di beberapa titik untuk mencegah warga melintasi area reruntuhan yang masih rawan ambruk.
Beberapa warga masih beraktivitas dengan membersihkan tumpukan puing di lokasi rumah tempat tinggal mereka.
Dokumentasi: Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Sebuah bangunan konveksi empat lantai di Jalan Tanah Sereal 13, RT 11 / RW 09, Kelurahan Tanah Sereal, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat terbakar pada Jumat (13/3/2026).
Akibat kebakaran ini, total 29 bangunan rumah warga ikut hangus dan kini para korban terpaksa menempati tenda darurat BPBD Provinsi DKI Jakarta dan Dinas Sosial DKI.
Di dalam tenda komunal tersebut, warga beristirahat beralaskan matras lantai seadanya, dikelilingi tumpukan barang-barang hasil donasi.
Kipas angin kecil tampak menyala untuk mengusir hawa panas terik Jakarta yang tengah mengalami kenaikan suhu ekstrem mencapai 37 derajat.
Tidak jauh dari tenda, fasilitas sanitasi berupa toilet portabel juga telah disiagakan.
Baca juga: Terbakar, Gedung Konveksi Empat Lantai di Tambora Runtuh Timpa 29 Rumah
Sementara, di sudut lain pengungsian, sekelompok ibu dan anak-anak terlihat sibuk mengais tumpukan pakaian layak pakai hasil sumbangan para relawan.
Kesaksian Warga
Soleh (65), salah satu korban yang rumahnya tepat berada di sebelah pabrik konveksi, menyebut gedung empat lantai itu terbakar dan ambruk pada Jumat dini hari lalu.
Dia sempat mendengar suara ledakan saat pabrik konveksi terbakar.
"Bunyi letupan berapa kali enggak tahulah. Nah yang terakhir yang paling gede, kayak suara bom terus ini langsung roboh nih," ujar Soleh saat ditemui Kompas.com.