Waspada! Hujan Lebat Mengintai Kalteng Sepekan ke Depan

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Palangka Raya: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengingatkan masyarakat mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir hingga sepekan mendatang.   

"Kami juga mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng," kata Prakirawan BMKG Kalteng, Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya Ika Priti di Palangka Raya, Senin, 16 Maret 2026, melansir Antara.


Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

Wilayah di Provinsi Kalteng itu meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya. Masyarakat di 13 kabupaten dan satu kota di Kalteng juga diminta waspada dampak bencana yang ditimbulkan dari hujan lebat disertai angin kencang dan petir tersebut.

"Antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang," kata Ika.

Dia menerangkan, sebelum terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir, akan terlihat pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB). Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.

"Daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalteng. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut," jelas dia.

Baca Juga :

BMKG Ingatkan Puncak Hujan di Gorontalo Bertepatan dengan Mudik Lebaran
Ika menambahkan, pertumbuhan awan CB yang biasanya terlihat gelap merupakan tanda-tanda terjadinya hujan disertai angin kencang diikuti sambaran petir. Untuk itu jika warga saat melihat fenomena tersebut agar waspada dan segera mencari tempat berteduh, namun tidak di bawah pohon.

Selanjutnya, umumnya suhu udara berkisar antara 23 hingga 34 derajat celcius. Kelembaban udara berkisar antara 55 hingga 100 persen. Angin umumnya bertiup dari Tenggara–Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 5 – 20 km/jam.

"Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang dan petir, masyarakat harus segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung," pesan dia.

Masyarakat juga harus menjauhi papan reklame atau baliho, pohon besar, dan tidak berada di lapangan atau tempat terbuka untuk menghindari sambaran petir. Pihaknya secara berkala juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait lain untuk menggambarkan potensi dan perkembangan cuaca terbaru guna antisipasi bencana.

"Kami juga mengimbau masyarakat Kalteng agar mewaspadai potensi hujan lokal intensitas sedang hingga lebat dengan durasi singkat, yang dapat disertai petir kilat dan angin kencang ataupun angin puting beliung," kata Ika.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MK Perintahkan Ubah UU soal Uang Pensiun Eks Pejabat Negara
• 9 jam laludetik.com
thumb
DPR Minta Pemerintah Desa Segera Perbarui Data Penerima Bantuan Sosial
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Penyiraman Air Keras Aktivis, Usman Hamid: Koalisi Masyarakat Sipil Lakukan Pencarian Fakta Terpisah
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kenapa Harga Emas Tak Banyak Gerak saat Perang Iran vs AS-Israel?
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 36, Hari Ini Senin 16 Maret 2026: Rencana Licik Funny Terbongkar?
• 3 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.